Borobudur Marathon 2020 Siapkan Dua Rute dan Terapkan Prokes Ketat Bagi Pelari dan Penonton

Ilustrasi: Pelaksanaan Borobudur Marathon tahun 2019. ( foto dok)

SEMARANG (SigiJateng) – Menyikapi belum redanya krisis kesehatan global Covid – 19, panitia menyiapkan dua rencana yaitu Plan A dan Plan B terkait rute yang akan digunakan elite runner (pelari elit) dalam

Panitia penyelenggaraan lomba lari Borobudur Marathon 2020 di kawasan Candi Borobudur Marathon, Magelang, 15 November 2020 mendatang, menyiapkan dua rute yakni plan A dan plan B untuk peserta pelari elit. Penyiapan dua rute ini dilakukan karena pandemi Covid-19 belum berakhir, dan agar tidak muncul klaster baru covid -19.

Panitia Penyelenggara Lukminto Wibowo mengatakam, rute awal atau Plan A bagi pelari marathon (42,195 km) di BorMar tahun ini adalah rute half marathon (21 km). Dimana pelari berlari dua kali putaran di lintasan half marathon. Rute ini masih menyusuri area perbukitan, sawah dan kampung sehingga bisa disaksikan langsung oleh masyarakat dari jarak dekat.

Namun dalam perkembangan, kata dia, pihaknya menyiapkan Plan B yaitu 30 pelari elit yang bersaing berlari di sekitar lokasi taman candi dengan protokol kesehatan dan tanpa penonton.

”Di sekitar taman Candi itu kan jaraknya 2,4 km. Jadi peserta bisa berlari sebanyak 17 kali putaran. Terus terang, kami khawatir, BorMar menciptakan klaster baru pandemi Corona karena di sana ada celah kerumunan penonton. Ini yang sekuat tenaga kami hindari,” ujarnya, saat dihubungi, Jumat (9/10/2020).

Ditambahkan Luki–begitu sapaan akrabnya–terkait model rute di sekitar candi, terinspirasi pelaksanaan London Marathon yang baru saja digelar 4 Oktober lalu. Rute yang dilalui, bukan di jalanan namun di St James Park secara tertutup dengan protokol kesehatan dan keamanan yang super ketat.
Hanya saja, faktor pembeda dari London Marathon adalah pada BorMar kali ini pesertanya dikhususkan kaum muda di bawah 45 tahun.

Mereka adalah pelari yang direkomendasi PB PASI (otoritas tertinggi yang menaungi atletik) dan pelari yang menjuarai BorMar tahun 2019 lalu.
”Soal rencana B ini, kami akan berkonsultasi dengan Pak Ganjar Pranowo, selaku gubernur untuk mendapatkan arahan dan masukan,” tambahnya.

Di bagian lain, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An menilai jika Plan B dimana pelari hanya mengitari lingkungan candi, bisa dikatakan sebagai jalan tengah mencegah penularan virus Corona. Pihaknya memprioristkan unsur safety atau keselamatan, baik itu pelari maupun masyarakat.

”Kami akan mensosialisasikan dab merapkan 3 M bagi penonton, yaitu jaga jarak, kenakan masker dan mencuci tangan. Namun di lapangan, siapa yang bisa menjamin? Jika Plan A digunakan, sepertinya sulit untuk menghalau penonton yang ingin melihat dari dekat. Jarak 21 km itu panjang lho. Berbeda dengan Plan B yang berada di lingkungan candi yang minim atau bahkan tanpa penonton, unsur safety terjaga. Itu sudah dilakukan di London Marathon,” katanya sambil menginfolann Di BorMar akan ada siaran langsung televisi yang bisa dilihat dimana saja.

Bagi Chie An yang juga pengusaja ayam dan perhotelam ini, yang penting saat ini adalah bagaimana aura dan eksistensi Borobudur Marathon tetap menggema, menciptakan spirit berlari dengan tidak mengesampingkan kesehatan masyarakat.

Seperti diketahui, wabah Corona membuat BorMar tahun ini menggunakan sistem hybrid yaitu kolaborasi elite runner (pelari undangan di Borobudur) dan virtual yang diikuti pelari di seluruh penjuru negeri ini.

Pada kategori virtual peserta bisa memilih nomor lari yang diikuti, baik itu marathon, half marathon atau 10 km.
Hingga kini sudah tercatat 6.350 pelari virtual yang siap berpartisipasi. Angka tersebut di luar ekspektasi panitia yang menargetkan 5.000 runners.

Baca Berita Lainnya

”Peserta virtual melonjak. Karena masih ada waktu, diprediksi bisa mencapai 10.000 pelari. Ini realitas yang membuat kami semangat untuk tetap menggelar BorMar. Meskipun di tengah pandemi, semangat untuk berlari masih tinggi,” tandasnya. (Aris)

Catatan Redaksi: Bersama lawan virus corona. Sigijateng.id, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, lakukan 3M (Wajib Memakai Masker, Wajib Mencuci Tangan, Wajib Menjaga Jarak Hindari Kerumunan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here