BNN Provinsi Jateng Ungkap Modus Baru Peredaran Ganja

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen. Pol.Benny Gunawan (tiga dari kiri) saat jumpa pers di Jepara. (foto Humas BNN Provinsi Jateng).

SEMARANG (SigiJateng) -Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengungkap modus baru peradaran narkoba jenis yakni ganja.

Dalam kasus ini, tim gabungan menangkap pengedar narkoba berinsial FES (24), warga RT. 03 RW. 04 Dukuh Pesajen Kelurahan Demaan Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara di rumahnya.

Modus baru yang dilakukan FES yakni dalam mengedarkan ganja yakni membuat ganja dalam bentuk brownis/cookies. Satu paket ganja brownis/cookies itu dibandrol Rp 400 ribu berisi enam potong.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Brigjen. Pol.Benny Gunawan, menyatakan efek dari brownis/cookies ganja tersebut dua kali lebih terasa dibandingkan jika ganja tersebut dinikmati dengan cara dihisap (rokok).

“Ini merupakan modus baru peredaran narkoba yang ada di Jateng,” katanya dalam rilis, Kamis (30/7/2020).

Pengungkapkan kasus tersebut, lanjut Benny, adanya informasi tentang adanya paket diduga narkotika berisi ganja dari Makasar ke Jepara.

Menindaklanjuti informasi itu, tim gabungan dari BNN Provinsi Jateng, Bea & Cukai Kanwil Jateng-DIY, Kantor Bea & Cukai Kudus, dan tim petugas Satresnarkoba Polres Jepara melakukan operasi bersama dalam bentuk controlled delivery (pengiriman paket di bawah pengawasan petugas). Akhirnya petugas berhasil membekuk FES di rumahnya saat saat menerima paket dari perusahaan jasa pengiriman yang di dalamnya berisi baju dan narkotika jenis ganja seberat 6,1 gram.

Setelah dilalukan penyelidikan di dalam rumah tersangka, petugas berhasil menyita ganja yang terbungkus aluminium foil dan ganja yang tersimpan di dalam toples.

“Selain itu juga terdapat dua paket brownis dan tiga paket cookies yang terbuat dari ganja dan siap untuk diedarkan,” ujar Benny.

Kue brownis dan cookies ganja tersebut dipasarkan lewat akun instagram 420_desseert dan

menggunakan rekening bersama aplikasi jual beli online dengan harga satu paket Rp400 ribu berisi enam potong.

“Pengedar berkreasi dan memanfaatkan situasi Pandemi Covid 19 dengan melayani pembelian brownis/cookies secara online yang dipasarkan lewat instagram ke Jakarta dan Semarang,” tandasnya.

Kepada petugas penyidik, tersangka FES mengaku telah menjalani bisnis haram itu selama 4 bulan dengan mendapatkan keuntungan 50 % dari modal yang dikeluarkan. FES mengaku belajar membuat brownis/cookies berbahan ganja dari youtube. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here