Bertemu Kakek Lanjut Usia, Hendi dan Pilus Terharu Mendengar Kisah Heroiknya

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dan Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman bertemu dengan Waryono di tempat tinggalnya.

SEMARANG (SigiJateng) – Mendengar ada seseorang berusia sangat lanjut yang hidup sebatang kara, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dan Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman langsung menyambangi orang tua tersebut untuk menyalurkan sejumlah bantuan.

Orang tua berusia sangat lanjut yang dimaksud adalah Waryono yang telah berusia 100 tahun. Dia hanya hidup seorang diri namun masih memiliki semangat kerja yang sangat tinggi.

Mendapat kunjungan Walikota dan ketua DPRD, hal itu dimanfaatkan Waryono untuk menceritakan berbagai hal salah satunya aktifitasnya dalam berjualan barang dagangannya.

“Saya itu dagangnya keliling mulai dari Pedurungan, Sayung Demak, Banyumanik, Ungaran sampai di sekitar Karoseri Laksana (Babadan),” kata Waryono yang tinggal di jalan Palir Lestari RT 4/RW 9 No 180, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Selasa (22/9/2020) sore.

Hendipun langsung melihat proses kerja Waryono yang sehari-hari membuat engsel knalpot mobil dari ban bekas di sebuah gudang.

Usai melihat proses kerja Waryono, Hendi dan Ketua DPRD yang akrab disapa Pilus langsung menuju ruang tamu rumah Waryono. Di situ keduanya berbincang santai dengan Waryono sekitar 10 menit.

Hendi bersama Pilus yang tiba di tempat tinggal Waryono pada Pukul 15.00 WIB langsung terenyuh mendengar kisah hidupnya. Tanpa banyak bicara, Hendi langsung memberikan beberapa paket bantuan untuk Waryono.

“Mbah, Iki nggo tambah tambah bahan ngeliwet (Mbah ini untuk tambahan memasak),” ujar Hendi.

Hendi mengaku, dia mendengar keberadaan Waryono lantaran ada seseorang warga sekitar yang datang ke kantor dinasnya sambil membawa surat yang bercerita soal Waryono. Dalam surat itu, salah satunya dijelaskan bahwa Waryono ada gangguan pendengaran.

“Ada juga penjelasan “Mohon dibantu”. Oleh karena itu, karena siang ini kami ada waktu luang, akhirnya ke sini bareng Mas Pilus. Karena wilayah ini kan Dapilnya Mas Pilus,” jelas Hendi, saat door stop.

Dari hasil kunjungannya itu, ia merasa bersimpati. Pasalnya, dalam usia senjanya, Mbah Waryono masih bekerja memproduksi engsel knalpot.

“Tadi dia cerita harga satunya itu 2.000. sehari bisa bikin 200 biji. Beliau ini sudah sepuh tapi semangatnya luar biasa,” sambungnya.

Dari Waryono, Hendi mendapat pelajaran berharga bahwa jangan pernah menyerah walaupun usia sudah tua.

Hal Senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Semarang. Menurut Pilus, semangat Mbah Waryono harus ditiru oleh para kaum muda.

“Kita harus lebih bisa dari mbah yang sepuh itu,” tegas Pilus.

Pilus menambahkan, Mbah Waryono juga patut jadi panutan dan contoh bagi kaum muda dan siapapun juga.

Sementara itu, Waryono mengatakan, kesehariannya dalam memasarkan barang dagangannya hanya menggunakan sepeda ontel.

Baca Berita Lainnya

“Itu saya naik sepeda. Saya genjot sepedanya. bukan didorong,” ucap Waryono.

Ia sendiri mulai memasarkan barang dagangannya mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

“Itu tiap hari. gak ada liburnya,” pungkas Pilus. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here