Begini  Pernyataan FKUB Jateng dan Aktivis Lintas Agama Soal Kekerasan di Solo

KH. Taslim Sahlan (tengah) ketua FKUB Jawa Tengah sedang menyampaikan sikapnya di hadapn media. (Mushonifin)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah dan para aktivis lintas Agama mengeluarkan sikap tegas terkait kasus pengeroyokan dan intoleran di Solo yang terjadi Sabtu lalu (8/8//2020).

KH. Taslim Sahlan selaku ketua FKUB Jawa Tengah mengatakan Bangsa Indonesia adalah bangsa yang dikenal karena keragamannya. Baik itu keragaman suku, adat-istiadat, bahkan agama, maupun kepercayaan. Bangsa yang dikenal dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. 

“Akan tetapi, hal ini dinodai oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan agama menyerang bahkan melukai sesama anak bangsa di Surakarta pada hari Sabtu malam (8/8/2020),” ujar kepada wartawan di di Gedung Kesbangpol Jawa Tengah Jl. Ki Mangun Sarkoro Semarang pada Rabu (12/8/2020).

“Apalagi sebentar lagi kita akan memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia. Oleh karena itu, demi merajut toleransi dan tenun kebhinekaan yang berusaha dikoyak oleh segelintir oknum yang menciderai rasa kemanusiaan, kami perwakilan dari beberapa organisasi, lembaga, serta komunitas lintas agama dan kepercayaan menyatakan sikap atas peristiwa tersebut,” tegasnya.
Sikap yang dikeluarkan FKUB Jawa Tengah dan Aktivis lintas agama antara lain;

1. Mengecam keras tindakan kelompok massa intoleran yang telah melakukan kekerasan dan penganiayaan pada pihak yang dianggap berbeda keyakinan, tindakan yang nyata-nyata melanggar hukum di negeri ini.

2. Menyampaikan empati kepada korban dan keluarganya sekaligus mengirimkan doa agar mereka segera sembuh serta menyatakan dukungan moral kepada mereka agar tetap berani memperjuangkan hak-hak mereka sebagai warga negara.

3. Mengapresiasi upaya pihak kepolisian dalam hal ini Polresta Surakarta dan Polda Jateng untuk segera mengusut dan menindak tegas para aktor pelaku tindak kekerasan di Kampung Metrodanan Pasar Kliwon Surakarta tersebut berdasarkan hukum.

4. Mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang telah diambil oleh Gubernur Jawa Tengah, Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Tengah, dan Kapolda Jawa Tengah sebagai wujud kehadiran Negara dalam menyelesaikan kasus intoleransi di Surakarta.

5. Mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia yang cinta perdamaian dan menghargai keberagaman untuk memperkokoh solidaritas, kedewasaan, dan moderasi beragama guna mewujudkan kerukunan umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Adpun Organinasi, lembaga, dan komunitas yang mendukung pernyataan sikap tersebut antara lain;
1. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah
2. Generasi Muda FKUB Provinsi Jawa Tengah
3. Persaudaraan Lintas Agama (Pelita)
4. Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan–Keuskupan Agung Semarang
5. Ahlul bait Indonesia
6. Humanity First Indonesia
7. Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Semarang
8. Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Tengah
9. GUSDURian Semarang
10. Yayasan Lembaga Studi Sosial dan Agama (elsa) Semarang11. FPK
12. EIN Institute
13. Perguruan Trijaya
14. Persatuan Warga Sapta Darma Provinsi Jawa Tengah
15. Perempuan Penghayat Indonesia (Puan Hayati) Provinsi Jawa Tengah
16. FPB (Forum Peduli Bangsa) Kab   Semarang.
17. HIKDMAT (Himpunan Komunitas Peduli Umat) Jateng. (Mushonifin)

Lihat Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here