AMSI Jateng Adakan Webiner Pilkada, Hadirkan Pembicara KPU dan Bawaslu Pusat

SEMARANG (Sigi Jateng) – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Tengah menggelar webinar bertajuk Ngopi Bareng Amsi dengan tema “Menjaga Kualitas Pilkada 2020 di Tengah Pandemi”. Webinar ini digelar pada Rabu malam (12/8/2020) mulai pukul 19.00- 21.15.

Ketua AMSI Pusat, Wenseslaut Manggut mengatakan bahwa peran media harus diperkuat untuk melakukan fungsi pemantauan dan membantu pengawasan dalam proses pilkada hingga hari pencoblosan.

“Penguatan peran media dalam mengawasi dan mempublikasikan penyelenggaraan pilkada, termasuk dalam mengamati kelengkapan APD saat coklit dan pelaksanaan hari H,” jelas pria yang akrab disapa Kak Wens ini.

Senada dengan Wens, Pemred Tribun Jateng, Erwin Adrian menjelaskan fungsi media tidak hanya untuk sosialisasi atau media kampanye. Media juga bisa digandeng sebagai tim pemantau independen.

“Termasuk juga mengawasi adanya dugaan money politic, baik yang dilakukan secara sporadis ataupun yang Terstruktur Massif dan Sistematis (TMS),” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Saka menjelaskan dalam penganatannya selama proses Coklot berlangsung banyak petugas dilapangan kesulitan bekerja dengan mengenakan APD. dia mencontohkan bagaimana penggunaan sarung tangan plasitik membuat petugas kesulitan menggunakan bolpoin, menyentuh layar smartphon, atau kesulitan memilah kertas.

“Kesulitan petugas saat bekerja dengan menggunakan APD seperti sadung tangan plastic, face shield, dan masker. Kualitas APD perlu diperhatikan dari aspek efektifitas dan fleksibilitas agar tidak mengganggu kinerja petugas pemilu di lapangan, terutama nanti saat pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan suara,” ungkapnya.

Ketua KPU Jawa Tengah, Yulianto Sudrajat, S. Sos, MI, Kom mengatakan bahwa sesuai dengan PKPU no 6/2020 bahwa petugas tetap menggunakan APD seperti masker, face shield, dan handsanitizer namun tidak menggunakan baju hazmat karena jelas menyulitkan kinerja petugas.

“Di TPS akan disediakan cuci tangan, penyemprotan disinfektan, serta pembatasan jarak antar petugas dan pencoblos. Petugas-petugasnya kami tes dulu, jika ada yang rektif langsung kami ganti,” tegas Sudrajat.

Berkaitan dengan banyaknya calon tunggal yang mengikuti pilkada 202, Ketua Bawaslu RI, Abhan Misbah SH, MH yang diundang sebagai keynote speaker mengatakan fenomena kotak kosong trendnya cenderung naik.

“Tahun 2015 ada tiga daerah, 2017 ada 20, dan sekarang semakin meningkat. KPU harus membuat regulasi terkait dengan kampanye bagi kotak kosong,” kata Abhan.

Di lain sisi, Bawaslu akan melakukan pengawasan terhadap pengiklanan kampenya untuk membedakan mana yang merupakan konten iklan dan mana konten berita.

“Kami juga akan melakukan pengawasan yang intens dalam pengiklanan pilkada di media masa.UU/10/2016 dan PKPU tentang muatan kampanye. Lalu dewan pers juga harus memilah mana konten berita dan iklan,” jelasnya.

Abhan juga mengingatkan jika setiap kandidat yang melakukan money politic dengan cara-cara yang Terstruktur Sistematis dan Massif (TSM) akan langsung didiskualifikasi.

“Kalau ada money politik yang Testruktur Sistematis dan Massive maka pasangan calon bisa didskualifikasi. Peserta untuk tidak money politic, masyarakat juga tidak menunggu dan menerima uangnya,” tegasnya.

Diakhir, Komisioner KPU, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menjelaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan KPU-KPU di daerah yang akan melaksanakan Pilkada untuk melakukan MoU dengan gugus tugas covid-19 di daerah masing-masing untuk memastikan terlaksananya protokol kesehatan.

Baca Berita lainnya

“KPU pusat sudah memerintahkan kepada KPU di daerah-daerah agar melakukan MoU dengan gugus tugas covid-19 di daerahnya masing-masing, mulai dari tahapan coklit hingga hari H pencoblosan,” ungkapnya.

Berkaitan dengan pengiklanan di media, KPU sudah membuat ketentuan pengadaan barang dan jasa yang dilakukan KPU.

“Kalau beriklan di media elektronik dan cetak harus mengikuti PKPU tentang pengadaan barang dan jasa bagi para peserta pilkada, termasuk soal pengiklanan di media,” pungkasnya. (Mushonifin/Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here