Aktifitas Industri Kota Semarang Mulai Dinormalisasi

Drs. Mustohar, Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang. (Mushonifin/Sigi Jateng)

SEMARANG (SigiJateng) – Dinas Perindustrian Kota Semarang sudah menerbitkan rekomendasi kepada 259 perusahaan untuk menormalisasi aktifitas industri setelah tiga bulan lamanya dibatasi karena pandemi covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Drs Mustohar mengatakan bahwa ekonomi harus segera dibangkitkan.

“Sudah 259 izin yang terbit untuk menjalankan aktifitas industri dengan kembali mengaktifkan para pekerjanya, tentu dengan protokol kesehatan. Ini suatu pertanda bahwa ekonomi Kota Semarang akan segera bangkit,” ujar Mustohar saat dihubungi pada Senin (29/6/2020).

“Kami memang masih memberlakukan pembatasan terhadap para pekerja, tapi sedikit demi sedikit akan kami longgarkan, sehingga industri terus berkembang. Para pekerja juga bisa segera bekerja seperti semula,” imbuhnya.

Sepeda dan motor listrik produksi PT. Volta Indonesia Semesta yang dipamerkan di Galeri Industri Kreatif Semarang (GIKS) Kota Lama. (Mushonifin/Sigi Jateng)

Meskipun demikian, kata dia, pihaknya masih melarang adanya kerja lembur. Selain itu juga mengatur jam kerja agar tidak terjadi penumpukan pekerja dalam satu ruangan.

Sementara itu di tempat terpisah, PT. Volta Indonesia Semesta, perusahaan yang memproduksi sepeda dan motor listrik yang selama ini bermitra dengan Pemerintah Kota Semarang dalam pengembangan kendaraan bebas polusi di wilayah Kota Lama juga menyambut baik kebijakan-kebijakan pelonggaran yang sedikit demi sedikit dilakukan Pemerintah Kota Semarang.

Gunawan Cahyono, SE selaku Bussines Development Manajer Area Jawa Bagian Barat dan Sumatra mengatakan bahwa pabriknya yang berada di Kawasan Industri Terboyo Semarang saat ini sudah mulai berangsur-angsur stabil dalam memproduksi sepeda dan motor listrik.

“Seiring dengan kembali diizinkannya kegiatan produksi, kami sudah mulai menystabilkan jam kerja serta promosi kembali,” ujar Gunawan saat dihubungi.

Gunawan mengatakan bahwa mulai akhir tahun ini agenda-agenda pemasaran dan event-event komunitas sepeda dan motor listrik di Semarang yang tertunda akibat pandemi juga akan dilaksanakan.

“Kita menunggu keputusan pemerintah kapan kegiatan besar boleh dilaksanakan,” tegasnya.

Perusahaan kendaraan listrik yang berbasis di Belanda ini memang sudah lama digandeng oleh Pemerintah Kota Semarang untuk mempromosikan kendaraan ramah lingkungan di Kota Semarang, utamanya pada destinasi wisata. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here