1 Muharram 1442 H Jatuh Hari Kamis, Yuk Siapkan Amalan Terbaik Kamu

Ilustrasi

SIGIJATENG – Tidak terasa kita sudah pada penghujung akhir tahun 1441 Hijriyah. Berdasarkan perhitungan kalender, Tahun Baru Islam atau 1 Muharaam 1442 Hijriyah akan jatuh pada hari Kamis, 20 Agustus 2020 Masehi.

Bagi umat Islam, perlu tahu kapan tahun baru hijriyah akan datang. Setidaknya, jika tahun batu masehi tahu, tahun batu hijriyah juga tidak tahu.

Dengan tahu kapan datangnya tahun baru hijriyah, kita bisa mempersiapkan apa saja keutamaan bulan Muharram, missal melakukan pembacaan doa akhir tahun dan awal tahun, dan ibadah apa saja yang harus dilakukan.

Termasuk di antaranya puasa-puasa yang biasa dilakukan, termasuk puasa Tasu’a, Asyura dan Ayyamul Bidh, dan juga tidak lupa tetap puasa hari Senin dan Kamis, bagi yang sudah biasa puasa.

Sebelumnya, mari kita simak apa saja keutamaan bulan Muharram yang dikutip sigijateng dari berbagai sumber.

Banyak sekali keutamaan bulan Muharram, bahkan bagi para Nabi. Mulai dari Nabi Adam ‘Alaihis salam hingga Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Nah, berikut adalah beberapa keutamaan bulan Muharram bagi umat Islam.

  1. Salah satu bulan Haram atau suci

Ada empat bulan Haram atau suci yang ditetapkan oleh Allah Ta’ala, di antaranya adalah Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Bulan-bulan ini sangat dimuliakan oleh Allah Ta’ala. Sehingga kita diharuskan memperbanyak ibadah terutama ibadah sunnah seperti puasa Tasu’a, ‘Asyura dan Ayyamul Bidh.

  1. Bulan Muharram paling mulia setelah Ramadhan

Allah Ta’ala yang menetapkan banyaknya bulan di dalam satu tahun. Dan itu tertulis di dalam Alquran, Allah berfirman di surat At-Taubah ayat 36 yang artinya:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus…”

Menurut ulama Hasan Al-Bashri dalam kitabnya menyebutkan jika Allah yang membuka tahun Hijriah dengan bulan Muharram. Artinya, bulan ini disebutnya lebih mulia setelah bulan Ramadhan.

Amalan Bulan Muharram Sesuai Sunnah

Di antara beberapa banyak amalan wajib, kita juga diharuskan memperbanyak amalan sunnah di bulan Muharram. Karena bulan ini adalah bulan yang suci di antara 4 bulan Hijriah lainnya.

Amalan yang paling utama adalah puasa ‘Asyura dan Ayyamul Bidh. Selanjutnya, diperbanyak sholawat, dzikir, bersedekah dan menyantuni anak yatim. Di bulan inilah kita bisa mendulang banyak pahala untuk kebaikan kita di akhirat nantinya.

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun

Dikutip dari Konsultasi Syariah, tidak pernah ada doa akhir tahun maupun awal tahun. Tahun Hijriyah sendiri baru ditetapkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab.

Tujuannya adalah untuk memudahkan kegiatan dan administrasi, dan tidak ada hubungannya dengan amalan ibadah tertentu. Bahkan tidak dikhususkan untuk sebuah ritual atau doa tertentu. Dan Umar bin Khattab tidak pernah memerintahkan masyarakat untuk merayakannya.

Namun demikian, jika kita berdoa juga tidak salah. Karena juga tidak larangan melakukan doa pada akhir tahun dan pada awal tahun. Doa bisa dilakukan kapan saja, asal tidak pada tempat yang dilarang. Namun biasanya, doa akhir tahun dilakukan setelah sholat asar dan doa awal tahun setelah sholat magrib. Kalau tahun ini berarti dilakukan Rabu (19/8/2020)

Puasa Tasu’a, ‘Asyura dan Ayyamul Bidh

Ada beberapa puasa sunnah yang bisa kita lakukan di bulan Muharram, di antaranya puasa Tasu’a, Asyura dan Ayyamul Bidh. Sehingga jika dijumlahkan, puasa sunnah bulan Muharram yang memiliki keutamaan ada 5 hari.

Namun, bukan berarti sebatas puasa di atas. Anda juga bisa melakukan puasa Senin dan Kamis, atau puasa Daud yang dilakukan selang sehari.

Niat Puasa Tasu’a

Puasa Tasu’a adalah puasa yang dilakukan pada hari ke-9 atau tanggal 9 bulan Muharram. Puasa ini sebagai pembeda dari puasa Asyura yang juga dilakukan oleh kaum Yahudi.

Adapun niat puasa Tasu’a dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:

Niat puasa Tasu’a dalam bahasa latin: Nawaitu Shouma Tasua sunnatan lillahi ta’ala

Arti niat puasa Tasu’a: “Saya niat berpuasa hari kesembilan (di bulan Muharam), sunah karena Allah Ta’ala”

Niat puasa ‘Asyura

Puasa ‘Asyura adalah puasa pada kari ke-10. Niat puasa pada hari ‘Asyura ini hampir sama dengan puasa bulan Muharram.

Adapun niat puasa Asyura dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:

Niat puasa ‘Asyura dalam bahasa latin: Nawaitu Shouma ‘Asyura sunnatan lillahi ta’ala.

Arti niat puasa ‘Asyura: “Saya niat berpuasa hari kesepuluh (di bulan Muharam), sunah karena Allah Ta’ala.”

Niat puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 13, 14 dan 15 di bulan Hijriah. Dan puasa ini dilakukan setiap bulannya.

Adapun niat puasa Ayyamul Bidh dalam bahasa Arab adalah sebagai berikut:

Niat puasa Ayyamul Bidh dalam bahasa latin: Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala.

Arti niat puasa Ayyamul Bidh: “Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih sunnah karena Allah Ta’ala”.

Keutamaan Puasa Muharram

Banyak sekali keutamaan dari ibadah puasa, baik yang wajib maupun sunnah. Namun beberapa puasa sunnah memiliki keutamaan yang melebihi puasa sunnah lainnya.

Keutamaan puasa di bulan Muharram di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Sunnah Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam

Rasulullah tidak pernah meninggalkan ibadah sunnah di antaranya adalah puasa ‘Asyura, puasa 10 hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari di setiap bulan atau Ayyamul Bidh dan sholat sunnah sebelum Shubuh.

  1. Diampuni dosa selama satu tahun

Di antara keutamaan puasa ‘Asyura adalah menghapus dosa selama satu tahun. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam An-Namawi, Rasulullah bersabda yang artinya: “Puasa Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu.”

  1. Pahalanya setara sepanjang tahun berpuasa

Meskipun dilakukan hanya beberapa hari saja, beberapa puasa sunnah memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Mengerjakan puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari)

Wallahua’lam bis showab. (Aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here