Wujudkan Smart City, Pemkab Kendal Siapkan Aplikasi Informasi Desa Buatan Lokal

Kembangkan informasi desa online, Pemkab Kendal buat aplikasi website sendiri untuk mewujudkan desa online.

SIGIJATENG.ID, Kendal – Dari 266 desa di 20 kecamatan se kabupaten Kendal, sampai saat baru ada 60 desa dengan 8 desa yang aktif menerapkan dan mengelola website desa online. Padahal sejak tahun 2017 silam, pemerintah kabupaten Kendal mentargetkan seluruhnya desa sudah menerapkan hal itu.Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Web Site Desa Bagi Aparatur Desa Kabupaten Kendal 2019, yang dilaksanakan di Ruang Merak Agrowisata Tirto Arum Kendal, Senin (18/3/2019).

Menurut Kepala Seksi Tata Kelola Dan Pemberdayaan Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kendal, Heri Aryanto, SH, M.Kom, website desa digunakan khususnya untuk memberdayakan desa melalui sharing informasi pembangunan dari desa ke kecamatan dan Pemkab Kendal dengan aplikasi Sidesa dari Pemprov Jateng dan Sideka dari Pemerintah Pusat.

“Namun aplikasi informasi langsung tersebut diteruskan ke Pemprov Jateng atau Kementrian sehingga Pemkab Kendal kurang mendapat data atau informasi yang akurat lantaran tidak menerima langsung informasinya,” kata Heri Aryanto.

Menyikapi hal itu, Dinas Kominfo Kabupaten Kendal berupaya mengembangkan web Sistem Informasi Desa ( SID ) buatan sendiri yang kini baru memasuki tahap prototipe atau uji coba. “Kami mempunyai rencana terkait web site desa di Kabupaten Kendal dengan dash board sendiri yang saat ini sedang kita kembangkan,” jelas Heri Aryanto.

Dengan aplikasi web SID lokal Kabupaten Kendal, lanjut Heri, Pemkab Kendal bisa mengintegrasikan data-data seluruh desa se Kabupaten. Sehingga nantinya semua informasi akan terintegrasi dan diketahui program pembangunan apa yang sesuai antara desa satu dengan lainnya. Serta bisa terkoneksi langsung dengan OPD, terkait pembangunan dan pemberdayaan desa.

“Harapannya informasi dari desa yang selama ini lewat Sideka maupun Sidesa agar bisa bersinergi dengan Pemkab Kendal, Kemendagri dan Kemensos untuk mengintegrasikan sistem informasi terkait data desa. Sehingga data desa bisa link and match,” terang Heri Aryanto.

Sementara itu, Kepala Dinpermasdes Kendal Wahyu Hidayat mengatakan, kegiatan bintek yang berlangsung selama 2 hari tersebut bertujuan untuk memberi dorongan dalam pengembangan SID serta memaksimalkan informasi desa.

“Bagi desa-desa yang aktif dalam mengelola web site-nya, saya harap bisa menjadi contoh dan semakin mengembangkan apa yang sudah dilaksanakan sehingga percepatan pembangunan desa bisa dilaksanakan dengan baik,” tutur Wahyu Hidayat.

Wahyu Hidayat berharap, Sistem Informasi Desa lewat web yang dkembangkan sendiri diharapkan bisa menjadi instrumen kehadiran Pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembangunan daerah sesuai kondisi masyarakat desa setempat. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here