Wujudkan Smart City, Pemkab Kendal Launching 5 Area Spot Wifi

Wujudkan Smart City, Bupati dr Mirna Annisa melalui Sekda Kendal Moh. Toha melaunching 5 area spot layanan wifi gratis di Taman Hutan Klorofil, Jumat (22/2/2019). (foto dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Gebrakan wujudkan program smart city terus di genjot. Di tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Kendal setidaknya menyiapkan layanan publik berupa area wifi di 20 titik yang tersebar di seluruh kabupaten Kendal. 

Jumat (22/2) pagi, Bupati dr Mirna Annisa diwakili Sekda Kendal Moh. Toha melaunching 5 area spot wifi diantaranya di Taman Gajahmada, Taman Hutan Klorifil, Taman Garuda, Alun-alun Kendal serta di Radio Swara Kendal. 

Ratusan kaum millenial yang kebanyakan pelajar dan mahasiswa turut hadir pada launching wifi gratis tersebut yang dikemas dengan acar ngopi bareng dan lesehan.

Sekda Kendal, Moh. Toha mengatakan ini merupakan langkah dan upaya Pemda Kendal dalam memberikan layanan kepada masyarakat. 

“Masyarakat akan lebih mudah memanfaatkan layanan internet gratis berupa wifi area. Tempat publik seperti di taman menjadikan warga betah sembari menikmati suasana taman,” katanya. 

Diberikannya layanan spot area wifi di ruang publik, menurutnya tak hanya sekedar memanjakan warga saja. Namun, membantu memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi yang positif. 

“Kami yakin, kaum millenial yang cerdas akan memanfaatkan layanan wifi itu untuk kebutuhan yang positif. Sehingga masyarakat mudah mengakses berbagai bentuk informasi,” tuturnya. 

Toha menambahkan, pemberian layanan wifi gratis juga akan diterapkan di 20 titik area di seluruh Kabupaten Kendal yang ditargetkan selesai di tahun 2019 ini. 

“Harapannya masyarakat cerdas dan positif memanfaatkan layanan tersebut. Khususnya dalam memenuhi kebutuhan perkembangan informasi digital. Selain itu, masyarakat juga bisa andil memerangi informasi hoax,” imbuhnya. 

Sekretaris Dinkominfo Kendal, Heri Wasito mengatakan gebrakan ini merupakan langkah upaya Pemkab Kendal dalam memberikan fasilitas umum kepada masyarakat menuju daerah smart city. 

“Perkembangan digital dari tahun ke tahun tidak bisa dipungkiri. Seiring perkembangan zaman, masyarakat dituntut harus melek IT. Salah satunya dengan menyikapi informasi yang positif agar membawa manfaat yang baik,” tandasnya. 

Remaja millenial, Riki Aprianto (17) mengaku senang dengan adanya layanan wifi ditempat publik seperti di taman hutan Klorofil tersebut. 

Dirinya menjadi lebih mudah, mengerjakan berbagai tugas dengan memanfaatkan layanan gratis wifi. “Senang sekali, sebab bisa mengerjakan tugas sekolah tanpa harus di ruangan,” tukas siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 4 Kendal ini. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here