Walikota Semarang ; Tidak Ada Penolakan Gereja di Tlogosari

Pembangunan Gereja yang sempat diisegel

SIGIJATENG.ID, Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memanggil sejumlah tokoh masyarakat untuk membahas polemik pembangunan gereja di Jalan Malangsari, Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan. Dia menegaskan tidak ada yang menolak pendirian Gereja di wilayah tersebut. 

“Pak Aziz yang mewakili masyarakat, dan Pak Wahyudi yang mewakili Gereja hanya salah paham, sekarang semua telah bersepakat, pemerintah akan membantu izin, juga Kapolres, Dandim, Kepala Kemenag, dan FKUB akan mengawal pembangunan dengan baik,” ujar Hendi sapaan akrabnya dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip detikcom, Selasa (6/8/2019).

Pada kesempatan tersebut, Hendi meyakinkan berbagai pihak akan mengeluarkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dalam waktu 30 hari untuk memperbarui izin yang lama.

“Dari kami mengurus KRK maksimal 15 hari, mengurus IMB maksimal 15 hari. Dengan begitu kan satu dengan yang lain tidak ada yang merasa dikalahkan, dan Alhamdulillah semua setuju. Saya rasa ini bisa menjadi role model,” jelas Hendi.

Sementara itu, Aziz perwakilan masyarakat yang sempat disebut menolak pendirian Gereja menceritakan jika permasalahan terjadi hanya karena kurang komunikasi. 

“Hanya karena miss komunikasi dan kurang komunikasi. Bagi kami sudah tidak perlu mempermasalahkan lagi. Kami sepakat untuk menempuh jalur yang baik,” ujar Aziz singkat.

Di sisi lain, Wahyudi perwakilan Gereja yang sempat dikabarkan ditolak, memastikan tidak ada lagi permasalahan pendirian gereja tersebut.

“Kami dengan Pak Aziz sudah sepakat bahwa tidak ada permasalahan, dan kami siap bersahabat. Ini sudah difasilitasi Pak Wali Kota dengan sangat luar biasa, sehingga yang sempat memviralkan mohon bisa di-close,” terangnya.

Tidak adanya permasalahan terkait pendirian Gereja di Kota Semarang juga ditegaskan oleh Dandim 0733 BS, Zubaedi dan Kapolrestabes Semarang, Abiyoso Seno Aji.

“Saya berterima kasih kepada Pak Wali Kota, karena setiap persoalan bisa diselesaikan dengan musyarawah. Kepolisian dan TNI bersinergi untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kota Semarang,” kata Abiyoso. (rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here