Wakil Rektor UIN Walisongo; Angka Pengangguran di Kalangan Sarjana dan Diploma Meningkat

Wakil Rektor I UIN Walisongo Dr HM Mukhsin Jamil (kiri) dan Drs Imam Gunawan, MAP, Asdep Kewirausahaan Pemuda Kemenpora RI saat di Radio RCT FM Bukit Sari Semarangan. (Foto Aris Syaefudin/Sigi jateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Wakil Rektor  I  UIN Walisongo Semarang Dr HM Mukhsin Jamil mengatakan, angka pengangguran di Indonesia secara umum menurun, namun sebaliknya justru terjadi peningkatan pengangguran di kalangan lulusan sarjana dan diploma. Salah satu sebabnya adalah  sarjana dan diploma memiliki ekspektasi tinggi mengejar pekerjaan prestisius yang sesuai dengan ijazah dan keilmuan yang dipunya.

“Meningkatnya pengangguran di level diploma dan sarjana ini tentu menjadi persoalan bersama yang harus dipecahkan bersama, baik pemerintah pusat, Pemerintah daerah, kampus dan masyarakat,” kata Mukhsin Jamil usai menjadi Nara sumber di acara Live Talkshow di Radio RCT FM Bukit Sari Semarang, Senin (9/9/2019) malam pukul 19.00 – 20.00.

Talkshow mengambil tema Hijrah Pemuda Berwirausaha Demi Bangsa, ‘Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda’. Hadir juga Nara sumber lain Drs Imam Gunawan, MAP, Asdep Kewirausahaan Pemuda Kemenpora RI.

Talkshow digelar untuk menyambut acara Seminar Kewirausahaan pada Selasa pagi ini (10/9/ 2019 di aula 2 Kampus UIN Walisongo Semarang, dengan tema Hijrah Pemuda Berwirausaha Demi Bangsa ‘Penumbuhan Minat Kewirausahaan di Kalangan Pemuda’.

Dijadwalkan hadir dalam seminar Menpora Dr Imam Nahrawi, Anggota DPR RI Mujib Rohmat, Rektor UIN Walisongo Dr Imam Taufiq, Ketua KNPI Jateng H Tino Indra Wardono, J Fatah Rosihan, Ketua HIPSI Jawa Tengah dan lain-lain.

Menurut Mukhsin Jamil, seminar Hijrah Kewirausahaan ini adalah salah satu cara bersama- sama untuk menyelesaikan persoalan yang ada, yakni meningkatnya angka pengangguran di level sarjana dan diploma.
“Dengan hadir para tokoh, baik sebagai nara sumber dan juga peserta seminar, akan membuka wawasan baru, dan bahkan juga memicu peserta untuk berusaha, berwirausaha,  tidak hanya lagi mencari pekerjaan sesuai dengan ijazah yang didapat,” kata Mukhsin Jamil.

Tidak kalah penting, kata Mukhsin Jamil, para peserta seminar juga bisa  membangun jejaring dan network. kebanyakan, karena jaringan yang luas dan baik, bisa mengantarkan kesuksesan seseorang. “terimakasih kepada Kemenpora yang sudah menggandeng UIN Walisongo dalam usaha menumbuhkan semangat jiwa berwirausaha di kalangan pemuda ini,” pungkasnya.

Sementara Imam Gunawan mengatakan, dengan seminar Hirah Berwirausaha ini pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, ingin mengajak pemuda untuk move on. Dari kegiatan ini akan muncul banyak  tawaran dalam  berwirausaha, muncul peluang peluang potensial, dan juga berpeluang melakukan apasa aja, sesuai kemampuan dan keinginan masing masing.

“Peluang itukan banyak. Namun karena belum tahu atau tidak ada yang mendorong, maka seakan tidak ada peluang. Misal gadget di tanah ini.  Pemuda bisa menggunakan gadget dengan semaksimal mungkin untuk mencari pilihan pilihan baru. Jadi, sekarang pemuda tidak hanya lagi bercita-cita jadi ASN/PNS, hakim, penghulu, dll. Jadi ingin jadi pengusaha, berwirausaha,” kata Imam Gunawan.

Menurut dia, sangat terbuka lebar untuk menjadi pengusaha. pemerintah memberikan berbagai bekal, seperti  bekal berfikir, bekal pertimbangan, bahkan juga bekal modal, untuk menguatkan landasan hijrah berwirausaha ini.

“Pada acara besuk (pagi ini.red), akan disampaikan wirausaha itu apa, plus minusnya apa? Kemudian peluang-peluangnya,  kemudian apa apa yang saat ini tersedia, baik yag disediakan pemerintah ataupun masyarakat sendiri, atau dunia industri,” katanya. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here