Wakil Gubernur Taj Yasin Ajak Wartawan Promosikan Objek Wisata di Jawa Tengah

Wakil Gubernur Taj Yasin dan bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah (Jateng), Riena Retnaningrung saat berada di Omah Mbudur Borobudur Magelang dalam acara “Media Gathering” Senin (19/8/2019), malam. ( foto Aris Syaefudin/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Magelang – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengajak wartawan untuk ikut mempromosikan dan menginformasikan tempat-tempat  wisata di wilayah Jawa Tengah. Tanpa adanya promosi, serta informasi-informasi maka sebagus apapun destinasi wisata tidak akan diketahui orang. Pemerintah juga sudah melakukan promosi namun keterlibatan wartawan atau media juga sangat dibutuhkan.

“Kita sudah melakukan promosi. Pemerintah juga punya website. Namun masyarakat atau wisatawan yang nengok website pemerintah sedikit. Kalah dengan website-website teman-teman wartawan semua. Ayo kita promosikan bareng-bareng,” ajak Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Meimoen Zubari pada acara “Media Gathering” di Omah Mbudur, Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (19/8/2019) malam.

Wartawan peserta Media Gathering Diskominfo Jateng sedang menggenjot sepeda berkeliling di kawasan Candi Borobudur Magelang, Selasa (20/8/2019)

Kegiatan ini diikuti sekitar 50 wartawan baik dari media cetak, online, televisi dan radio. Hadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah (Jateng), Riena Retnaningrung, Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur, Agus Rochiyardi, Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Machmud, Sekda Pemerintah Kebupaten Magelang, dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jateng, Sinung N. Rachmadi. Acara dialog dipandu oleh Ketua IJTI Jateng Teguh Hadi Prayitno.

Taj Yasin mengatakan Pemerintah Jawa Tengah akan terus mendorong pariwisata, karena sector ini juga bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan. Apalagi, potensi wisata di Jawa Tengah, juga sangat besar dan selama ini belum bisa tergarap maksimal.

“Kita terus berusaha mengundang wisatawan. Diantaranya dengan membuat banyak event. Ini semuanya bertujuan untuk pengurangan kemiskinan. Dalam pemerintahan kita, saya berharap nanti ada kesinambungan antara pemerintah satu dengan lainya sehingga bisa membawa dampak wisata wisata yang ada di seluruh Jawa Tengah,” harap mantan anggota DPRD Jateng ini.

Taj Yasin menambahkan, Pemprov Jateng memberikan perhatian untuk destinasi wisata di kawasan Borobudur Magelang ini. Pemprov Jateng bakal menjadikan destinasi wisata Candi Borobudur ini sebagai obyek wisata Bali baru di Indonesia. Hal ini, sesuai dengan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan membuat 10 destinasi wisata Bali baru, salah satunya adalah kawasan Candi Borobudur.

“Kenapa Candi Borobudur baru. Padahal usianya suda lama? Ini sempat menjadi perbincangan. Karena Ini merupakan kebangkitan pariwisata di Jateng,” katanya politisi dari Sarang Rembang ini.

Dalam mengembangkan Borobudur baru, lanjut ia, akan berbeda dengan destinasi lain yang sudah ada seperti Bali, Lombok, dan Menado. Pengembangannya akan lebih mengutakamakan keterlibatan orang-orang asli pribumi.

“Kami akan mengembangkan Candi Borobudur baru serta destinasi wisata lainnya di Jateng dengan konsep melibatkan warga asli, bukan warga asing seperti yang terjadi di Bali, Lombok, dan lainnya,” ujarnya.

Menurut Gus Yasin, destinasi wisata di Jateng yang mengembangkan bukan orang dari luar, tetapi oleh warga asli yang ada di sekitar obyek wisata. Di lingkungan Borobudur sekarang sudah melibatkan warga sekitar, seperti Omah Mbudur milik Nuryanto merupakan warga asli Magelang, demikian juga da desa bahasa, rumah kamera, dan lainnya.

“Bila destinasi wisata dikelola warga setempat, bisa menjadi penangkap budaya asing sehingga tidak bakal merusak budaya asli bangsa,” kata Gus Yasin.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jateng, Riena Retnaningrung, menyatakan melalui kegiatan media gathering mengajak wartawan mengenal secara langsung desa wisata yang ada di sekitar Borbudur. Puluhan wartawan juga diajak menikmati kawasan wisata Borobudur dengan bersepeda ontel.

“Kegiatan ini berlangsung dua hari. Wartawan sudah mengunjungi wisata edukasi di Desa Ngargoretno di lereng Menoreh, dan kampung homesty Borobudur. Wartawan juga sudah berkeliling dengan naik sepeda ontel di kawasan Candi Borobudur,” ucap dia.

Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur, Agus Rochiyardi, menyatakan untuk mengembangkan wisata di kawasan Candi Borobudur perlu kerja keras. Salah satu kendala yang sedang dihadapi saat ini, soal pembebasan lahan. Sampai saat ini belum selesai. “Kita butuh lahan 309 hektar. Dari luasan itu, 50 hektar diantaranya masih proses pembebesan. Kita harus mencarikan lahan pengganti yang luasanya 1 banding 2. Lahan pengganti gambarannya nanti di Cilacap,” terangnya.

Sedangkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Amir Machmud, menyatakan pers agar mampu menjadi inspirasi kepada masyarakat pemangku kebijakan. Pers juga punya tanggung jawab untuk ikut menginformasikan tempat-tempa wisata yang ada di wilyahnya. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here