Vakum Tiga Tahun, Tim KKN UNDIP Sukses Aktifkan Karang Taruna Desa Pejambon

Tim KKN Undip Desa Pejambon foto bersama dengan warga setempat

SIGIJATENG.ID, Batang – Tim KKN Undip Desa Pejambon Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang berhasil menghidupkan lagi karang taruna desa setempat setelah vakum selama tiga tahun terakhir. Karang taruna berhasil terbentuk dengan nama baru serta jumlah pengurus hingga 38 orang.

Koordinator Desa  Tim KKN Undip Desa Pejambon Hermawan mengatakan, karang taruna adalah wadah pengembangan generasi muda dan putusan yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas sosial sederajat sampai tingkat nasional, bergerak terutama di bidang kesejahteraan sosial.

Karang taruna memberikan banyak manfaat, di antaranya menumbuhkan kesadaran generasi muda akan tanggung jawab sosial, menampung aspirasi generasi muda, membantu warga, meningkatkan rasa solidaritas, mengurangi terjadinya tindak kriminal, menumbuhkan dan meningkatkan minat berorganisasi, melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, serta menampung dan mengembangkan minat bakat generasi muda.

“Melihat begitu manfaat yang bisa didapat dari organisasi karang taruna, maka cukup disayangkan karena karang taruna Desa Pejambon telah vakum selama 3 tahun terakhir. Karena itu, salah satu focus program kami adalah menghidupkan lagi karang taruna Desa Pejambon,” kata Hermawan, Kamis (14/2/2019).

Asal tahu mahasiswa KKN Tim I Undip  2019 Desa Pejambon Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang terdiri dari 7 orang, yakni Hermawan, Dony Agus Saputra, Gantra Hutahaean, Helsa Rizki Ayu, Kartika Wahyuning P., Tyas Andriastuti, dan Rebecca Aira. Tim melaksanakan KKN mulai awal Januari lalu hingga beberapa hari mendatang.

Tim KKN Undip saat bermusyawarah dengan warga DEsa Pejambon membentuk karang taruna baruna.

Menurut Hermawan, gayungpun bersambut. Keinginan tim KKN disambut positif oleh kades dan perangkat desa setempat. Setelah berdiskusi dengan Sekretaris Desa Pejambon Wasturi, mengenai langkah awal yang harus dijalankan, maka disepakati dan telah dilakukan musyawarah bersama di balai desa pada Minggu (3/2/2019) malam. Musyawarah didihadiri oleh perangkat desa, perwakilan pemuda dari tiap RT, perwakilan dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, serta perwakilan dari Gerakan Pemuda Ansor.

“Musyawarah berlangsung dari 20.30 hingga 23.00 WIB. Seluruh elemen yang hadir setuju untuk menghidupkan kembali karang taruna desa,” ucap Hermawan.

Angota tim KKN Rebecca Aira menambahkan, hasil yang didapat dari musyawarah yang pertama ini adalah terbentuknya struktur organisasi, Badan Pengurus Harian, dan penganggendaan musyawarah kedua untuk pembahasan lebih lanjut.

Kemudian, dilakukan musyawarah kedua pada Rabu (6/2/ 2019) malam. Hal yang dibahas mengenai pembentukan divisi organisasi, pemilihan ketua divisi, dan pemilihan anggota divisi. Disepakati dibentuk delapan divisi, yaitu sumber daya dan humas, olahraga, kerohanian, sosial dan budaya, usaha ekonomi, pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan.

“Jumlah warga yang masuk dalam kepengursan organisasi karang taruna Desa Pejambon yaitu sebanyak 38 orang,” kata Rebecca Aira. 

Draft AD/ART dan SK organisasi telah diberikan mahasiswa KKN kepada sekretaris desa yang nantinya akan dibahas secara internal oleh perangkat desa. Kemudian pada pembahasan selanjutnya adalah membahas nama karang taruna. Dari beberapa usulan yang masuk, maka diputuskan nama karang taruna untuk Desa Pejambon adalah Pejambon Muda Bersatu.

“Dalam musyawarah tersebut, seluruh elemen yang hadirpun merasa senang dan berharap nama Pejambon Muda Bersatu dapat terus berperan aktif dan memberi manfaat bagi warga,” pungkas Rebecca Aira.  (*)

Berita dan Foto : Tim KKN Pejambon Editor : Aris Syaefudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here