Untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Ke Kota Lama, Gojek Hibahkan Golf Cart

Golf Cart yang dihibahkan oleh Gojek pada pemerintah Kota Semarang. (Mushonifin/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Gojek siap mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Lama  sekaligus menjaga warisan lokal. Hal ini sejalan dengan semangat Gojek untuk melestarikan kearifan lokal dimanapun Gojek beroperasi.

Hal itu dikatakan oleh Delly Nugraha selaku Vice President Region Gojek Jateng DIY saat menghibahkan tiga unit Golf Cart hari ini kepada Dinas Pariwisata Kota Semarang untuk mobilitas pengunjung Kota Lama Semarang pada acara Kolaborasi Gojek dan pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan jumlah wisatawan di gedung Ou De Trap kawasan Kota Lama Semarang pada Senin (23/12/2019).

Suasana ruangan Ou De Trap pada acara Kolaborasi Gojek dan pemerintah Kota Semarang. (Mushonifin/sigijateng.id)

Tiga unit Golf Cart itu akan mulai  beroperasi di masa liburan akhir tahun. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah untuk menjadikan kawasan Kota Semarang Lama  sebagai kawasan bebas kendaraan yang berlaku di awal tahun 2020. Guna mendukung kawasan bebas kendaraan ini, Gojek menyediakan sarana infrastruktur yang lebih baik dan terstruktur dengan penyediaan titik antar dan jemput serta shelter yang memudahkan pengunjung mengakses layanan transportasi Gojek selama menjelajahi Kawasan Kota Lama. Nantinya,  titik antar dan jemput Gojek berlokasi di depan Bank Mandiri dan samping Filosofi Kopi. Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan kawasan Kota Semarang Lama menjadi kawasan ramah lingkungan serta nyaman bagi para wisatawan. 

Delly mengatakan, Kota Semarang Lama merupakan salah satu ikon wisata Semarang yang mempunyai potensi besar untuk meningkatkan kunjungan wisata. 

Delly Nugraha selaku Vice President Region Gojek Jateng DIY. (Mushonifin/sigijateng.id)

“Gojek memberikan kemudahan bagi warga Semarang maupun luar Semarang untuk menikmati Kawasan Kota Semarang Lama dengan Golf Cart serta solusi pengantaran dan penjemputan menggunakan  GoCar dan GoRide di titik jemput. Sehingga pengunjung tidak perlu repot bawa kendaraan, Kota Semarang Lama menjadi lebih tertib, ramah lingkungan dan nyaman,” ujarnya. 

Delly menambahkan mitra merchant GoPay dan GoFood di Kawasan Kota Semarang Lama juga turut menyemarakkan wisata kuliner. Di Kota Lama sendiri terdapat sekitar 30  merchant GoFood dan GoPay.

Hal ini memberikan dampak kemajuan pengusaha setempat dengan peningkatan keuntungan transaksi yang diperoleh dari pengunjung kawasan. Selain menjadi pilihan para pengunjung untuk makan di tempat, para merchant dapat juga menjadi pilihan untuk pesan antar makan melalui GoFood. 

“Para mitra merchant tidak perlu khawatir akan berkurangnya pengunjung ke Kota Semarang Lama karena kawasan ini dijadikan bebas kendaraan. Solusi mobilitas dan transportasi dari Gojek dapat membantu meningkatkan kunjungan,” imbuh Delly.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan apresiasinya kepada Gojek atas dukungannya untuk memajukan pariwisata Kota Semarang. 

Hendrar Prihadi, Walikota Semarang. (Mushonifin/sigijateng.id)

”Kota Semarang Lama adalah warisan sejarah yang harus kita pertahankan bersama karena masuk daftar World Heritage 2020,” katanya. 

Bagaimana itu bisa diwujudkan? Tentu faktor kenyamanan pengunjung menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. 

“Jadi Saya rasa kehadiran Golf Cart dan ekosistem Gojek di Kota Semarang Lama ini tentu akan membantu mewujudkannya.”ungkap Hendi, sapaan akrab Walikota.

Hendi mengungkapkan bahwa rata-rata pengunjung Kota Semarang Lama adalah 15.000 orang di akhir pekan. Ia pun berharap dengan hadirnya konsep bebas kendaraan akan meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Harapan saya kedepan kawasan Kota Lama semakin banyak wisatawan lokal maupun mancanegara, ” pungkasnya. (mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here