UIN Walisongo Deklarasi Sebagai Kampus Riset Asia

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Prof Dr H Muhibbin menyerahkan berkas kepada Tim Assesor Akreditasi Perguruan Tinggi dipimpin Prof Dr Ahmad Thib Raya MA dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat melakukan Asesmen Lapangan, Rabu (20/2/2012)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mendeklarasikan diri sebagai universitas riset terdepan di Asia pada 2034-2038. Pada saat ini sedang proses memantapkan transformasi kelembagaan menuju konsolidasi universitas riset.

“Dengan sumber daya manusia yang dimiliki, sarana dan prasarana pendidikan yang terus meningkat dan tata kelola yang semakin baik, cita-cita menjadi universitas riset di Asia Insya Allah akan tercapai,” kata Rektor UIN Walisongo Prof Dr H Muhibbin  saat menyampaikan paparan di hadapan Tim Assesor Akreditasi Perguruan Tinggi di auditorium Kampus III, Ngaliyan Semarang, Rabu (20/2/2019).

Muhibbin menjelaskan lima mileston UIN Walisongo menuju perguruan tinggi riset terdepan, dari mulai transformasi IAIN-UIN (2014-2018), konsolidasinmenuju universitas riset (2019-2023), Penguatan Menuju Universitas Riset Nasional (2024-2028), Pengembangan Menuju Universitas Riset Asia Tenggara (2029-2033) sampai pada Pengakuan Universitas Riset Asia (2034-2038).

 “Saat ini UIN Walisongo memiliki 8 fakultas, 43 program studi 43, terakrefitasi A 49% terakreditasi B 42% dan terakreditasi C 4%. Prestasi mahasiswa di tingkat internasional lebih dari 15 penghargaan, puluhan prestasi nasional dan regional,” terangnya.

Prestasi lainnya kata Guru Besar Hadis ini adalah memiliki 32 sistem online terintegrasi, memperoleh hasil audit eksternal dengan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) tiga kali berturut-turut dan memiliki jutaan koleksi online maupun cetak yang dapat diakses oleh akademika secara gratis.

Tim Assesor Akreditasi Perguruan Tinggi dipimpin oleh Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan anggota lainnya, Prof. Muhamad Zarlis, M.Sc, Prof. Yuliandri, MH, Dr. Mamduh Mahmadah Hanafi, MBA, dan Dr. Ahmad Yani, M.Ag.

Segenap Pimpinan UIN Walisongo hadir menjawab satu persatu pertanyaan assesor dan juga para dosen dan stake holders UIN. Musahadi Wakil Rektor I, Imam Taufiq Wakil Rektor II, Suparman Syukur Wakil Rektor III, Karo AAKK Adnan, Karo AUPK Priyono, para dekan, pimpinan lembaga dan pendidik dan tenaga kependidikan.

Puluhan alumni dari berbagai professi yang tergabung dalam Keluarga Alumni UIN Walisongo (KALAM Walisongo) ikut ambil bagian mensukseskan AIPT. Diantaranya, A. Umar Abdurrahman alumni yang kini sebagai Direktur KSKK Ditjen Pendidikan Islam, Ruchman Basori Wasekjen KALAM Walisongo, Agus Fathuddin Yusuf wartaan Suara Merdeka dan Muhlisin  Wakil Rektor I IAIN Pekalongan.

Hadir tim pemantau dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Agus Sholeh, Zidal Huda Kasi Penjaminan Mutu PTKIN.

Sementara, Imam Taufiq Wakil Rektor II mengatakan kampusnya memiliki distingsi yang cukup membanggakan. Selain sebagai pusat kajian ilmu falak di Indonesia, dengan prodi falak S1, S2 dan S3 yang terakreditasi unggul, UIN Walisongo Mediation Center (UIN WMC), satu-satunya lembaga mediasi di perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Mahkamah Agung sebagai lembaga pencetak mediator profesional sekaligus menjadi lembaga rujukan kurikulum mediasi dan resolusi konflik dan perdamaian. “Akreditasi ini bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas akademik, pengabdian masyarakat, layanan, jaringan, serta lulusan yang tanggap terhadap tantangan global. Kami semua berharap UIN Walisongo mendapat akreditasi unggul, saatnya sekarang kita pasrahkan kepada Tuhan Sang Maha Sekenario,” tegas Imam Raufiq. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here