Uang Kunker Bombong Lukito Anggota FPKB DPRD Sragen Disumbangkan 

Proses penghitungan uang kunker di Ponpes Nurul Huda, Sragen. (Foto Santo/sigijateng)

SIGIJATENG.ID, Sragen-Jatah uang kunjungan kerja (kunker) yang terkumpul selama lima tahun anggota dewan Sragen Bombong Lukito dari PKB ternyata tidak pernah dibuka dari amplop. Setelah dihitung terkumpul uang sebanyak Rp 531 juta. Lantas untuk apa yang anda? Uang tersebut ini diserahkan untuk.pembangunan gedung sekolah Ponpes Nurul Huda, Plosorejo, Gondang, Sragen, Minggu (8/9/2019).

Penyerahan uang untuk pembangunan itu, bertepatan dengan Haul Ponpes Nurul Huda. Peristiwa langka itu disaksikan sejumlah ulama dan tokoh masyarakat seperti Ketua Ulama Jakarta KH.Syukron Makhmun, Gus Miftah, Ketua FPI Soloraya Ustad Choirul, Yeti Pesek, Sekretaris MUI Sragen Muh. Fadlan.

Pengasuh Ponpes Nurul Huda Syarif Hidayatullah mengatakan, Bombong Lukito memilih menyumbangkan uang itu karena dinilai dana subhat, artinya tidak jelas asalnya. Anggota dewan Bombong Lukito merasa uang yang diterima itu bukan haknya, maka selama lima tahun menjadi wakil rakyat tak pernah membuka amplop jatah saku kunker  itu. Dari hasil penghitungan uang yang terkumpul Rp 531.225.000 itu langsung disumbangkan untuk pembangunan ponpes.

“Daripada diserahkan ke pihak berwajib malah menjadi temuan, maka disumbangka untuk pembangunan gedung ponpes,” tutur Abah Syarif.

Abah Syarif, pengasuh ponpes Nurul Huda yang dikenal nyentrik ini berharap tindakan anggota dewan itu bisa dicontoh wakil rakyat, agar menjadi pimpinan yang amanah dan jujur. 

KH Syukron Makhmun sangat mendukung dengan sikap anggota dewan tersebut, dan uang yang status abu-abu itu lebih baik memang disumbangkan untuk pembangunan yang bermanfaat bagi orang banyak. (santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here