Travel Advice Pengaruhi Kunjungan Wisman

SIGIJATENG.ID, Semarang – Penurunan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia nampak terlihat usai beberapa bencana melanda Indonesia. Bahkan, kunjungan wisman dari negara China tercatat 0 akibat travel advice atau peringatan keamanan dari pemerintahnya. “Ada travel advice ketika bencana muncul di negara tujuan wisata. Karena ada larangan resmi, maka warganya sangat patuh dengan pemerintahannya,” ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Semarang, Jumat (4/1).

 Tahun 2018 lalu, beberapa tempat di Indonesia diterjang bencana alam seperti gempa Lombok, tsunami Palu, dan terbaru tsunami Selat Sunda yang menghantam Tanjung Lesung dan Lampung. “Seperti di tsunami Palu, sebenarnya Palu bukan tujuan wisata dunia, tapi karena pandangan mereka Indonesia rawan tsunami jadi mereka mengeluarkan travel advice,” imbuhnya. Namun demikian, Arief menambahkan, berbeda dengan wisman asal Australia. Catatannya, kunjungan wisman negeri Kanguru tersebut dinilai stabil.

Penurunan kunjungan usai dikeluarkannya travel advice tidak terlalu signifikan. “Hanya turun 10 sampai 20 persen, masih ada kurang lebih 90 persen karena mereka (turis Australia) menganggap pergi ke Bali itu seperti second home alias pulang ke rumah keduanya,” imbuhnya. Arief mengaku bencana alam yang beberapa kali terjadi itu juga membuat banyak wisman menunda untuk melancong ke Indonesia.

Penundaan kedatangan ke Lombok paling banyak dilakukan turis-turis dari China. Dari yang semula berada di posisi pertama dengan kunjungan terbanyak. Kini jumlah turis China hanya menduduki peringkat kelima dibawah Malaysia, Singapura, Timor Leste dan Australia. “Kami perkirakan kondisinya baru pulih enam bulan ke depan, atau sekitar bukan Maret 2018,” tukasnya.(DIAN/ZAL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here