Tips Aman Lewat Tol; Cek Kondisi Kendaraan, Manfaatkan Rest Area untuk Istirahat (3)

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata

SIGIJTENG.ID, –  Jalan tol memang membuat waktu perjalanan makin cepat. Jalan tol  mulus, lurus dan tidak ada kendaraan roda dan orang yanh nyeberang, itu yang membuat perjalanan lewat tol makan cepat. Namun perlu waspada. Kecelakaan tetap mengintai. Lengah sebentar langsung duerrr..

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata memberikan peringatan, warning kepada pengguna jalan tol agar tidak memaksakan diri. Sarana rest area yang ada harus dimanfaatkan.

Karenanya, pengelola kawasan rest area di jalan tol wajib menyediakan ruang khusus istirahat bagi pengemudi angkutan barang. Pengemudi bisa beristirahat dengan waktu yang cukup dengan tempat yang nyaman. Pengemudi tidak lagi tidur kabin truk. 

Di sisi lain, aparat Kementerian Perhubungan bisa melakukan pengawasan muatan lebih juga di rest area, agar angkutan barang bisa melaju dengan kecepatan minimal 60 km per jam di jalan tol. Perlengkapan penimbangan dan pengujian kendaraan bermotor atau jembatan timbang untuk angkutan barang disediakan pula di rest area.

Masih banyak pengguna jalan yang kurang memahami persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan yang dikendarainya. Jangankan kendaraan pribadi (privat car) yang tidak diuji berkala, kendaraan umum pun yang diuji berkala masih banyak yang asal-asalan.

Harus diakui dengan terhubungnya jaringan jalan tol di Pulau Jawa dapat mempersingkat waktu perjalanan. Ada hal yang salah dilakukan pemerintah ketika mengkampanyekan menggunakan jalan tol, yakni lewat tol cepat sampai dibanding jalan non tol (jalan arteri). Dampaknya, doktrin itu sudah tertanam dalam benak masyarakat.  Sesungguhnya jika hal itu terjadi, maka standar kecepatan bisa lebih tinggi, tentunya standar kelaikan kendaraan dan prasarana jalan tol juga diselenggarakan pengawasan yang lebih ketat. 

Namun, jika di masyarakat ditekankan menggunakan jalan tol itu akan membuat perjalanan lebih lancar dan nyaman bukan cepat tiba sampai tujuan, bisa jadi sugesti masyarakat akan berbeda. Perjalanan akan dinikmati tidak harus cepat namun bisa mengutamakan kenyamanan. Pemandangan sepanjang jalan Tol Trans Jawa bisa jadi penghibur selama perjalanan, ada hamparan sawah menghijau, tanaman bawang dan perkebunan karet, melihat tepi laut dari kejauhan di ruas tol Batang-Weleri

Keselamatan harus diutamakan jika berkendaraan di jalan raya. Perlu doktrin baru dari pemerintah ke masyarakat, menggunakan tol lebih lancar dan nyaman, agar tertanam pentingnya keselamatan berlalu lintas. Kecepatan bukan tolak ukur keberhasilan, tetapi kenyamanan menjadi idaman pengguna tol. (Wahyu/Aris/Habis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here