Tim Pengabdian FKM Undip Sosialisasi Dampak Pajanan Pestisida dan Timbal di Bandungan

Tim Pengabdian FKM Undip Sesaat Setelah Pemaparan Materi Pengabdian pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui di Desa Banyukuning, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. ( foto ist/sigijateng.id)  

SIGIJATENG.ID, Semarang –  Pestisida merupakan zat kimia yang sering digunakan di daerah pertanian untuk mengurangi hama tanaman. Penelitian oleh Dr. dr. Suhartono, M.Kes dkk dari FKM Undip menemukan bahwa dampak pestisida dapat membahayakan tidak hanya para petani tapi juga pihak lain yang terlibat dalam pertanian, seperti ibu hamil dan anak-anak. Pada ibu hamil yang terpajan, pestisida akan mengganggu fungsi tiroid yang membantu dalam proses perkembangan janin. Anak-anak yang membantu dalam kegiatan pasca panen di pertanian bawang Brebes juga menjadi terdampak, yaitu risiko mengalami stunting.

Penelitian lain terkait dengan bahan toksik di pertanian saat ini juga menemukan bahwa dalam pestisida terkandung pula logam berat berbahaya. Timbal (Pb) selama ini banyak ditemui di industri mobil, cat, keramik, plastik, pipa, dan baterai.

Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah pertanian, dimana hasil tanam yang dihasilkan adalah bunga dan sayur yang merupakan komoditi utama dari wilayah ini. Unsur Pb dalam pestisida sebagian besar tidak diketahui oleh masyarakat di Kecamatan Bandungan, khususnya pada kelompok ibu hamil dan ibu menyusui yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Dina Rahayuning Pangestuti, STP, M.Gizi.

“Peserta yang hadir sebagian besar memang belum mengetahui bahwa salah satu unsur kimia dalam pestisida adalah timbal. Pada masyarakat awam, timbal biasa dijumpai pada bahan bakar dan industri, sedangkan hasil penelitian sudah menemukan bahwa timbal pun juga dapat ditemukan di pestisida, dan ini harus diwaspadai oleh kelompok khusus seperti ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak meskipun mereka tidak terlibat langsung dalam pertanian” ungkap Dina (16/07/2019).

Kegiatan Pengabdian dilakukan di Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Mengangkat tema ‘Peningkatan Pengetahuan Gizi tentang Dampak Keracunan Timbal pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui di Daerah Pertanian’, Tim Pengabdian yang terdiri dari Dosen Bagian Gizi Kesehatan Masyarakat dan Bagian Kesehatan Lingkungan di FKM Undip memberikan materi mengenai jenis pestisida dan unsur senyawa kimia yang terkandung didalamnya, bahaya pajanan pestisida dan Timbal bagi ibu hamil dan ibu menyusui, serta bagaimana cara mencegah dampaknya. Antusiasme peserta yang hadir terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi tanya jawab.

Dina menghimbau supaya ibu hamil dan ibu menyusui sebaiknya tidak terlibat secara langsung dalam kegiatan pertanian karena dampak yang ditimbulkan akibat pajanan pestisida sangat besar, salah satunya adalah gagal tumbuh kembang bagi janin dan balita.

“Sebisa mungkin tidak terlibat (pajanan pestisida) ya, tapi kalau terpaksa ya harus menggunakan alat pelindung diri yang lengkap” ujar Dina.

Dalam kegiatan tersebut, Plt Kepala Desa Banyukuning, Setyo Utomo menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Sebagai perwakilan dari masyarakat, secara pribadi saya ucapkan terima kasih pada Tim FKM Undip yang sudah memberikan informasi serta ilmunya kepada warga kami, yaitu ibu hamil dan ibu menyusui di Desa Banyukuning. Kegiatan ini sangat bagus, apalagi melihat warga kami yang sangat antusias untuk datang membuat kami sangat senang,” ujarnya. (rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here