Terkuak, Hubungan Ganjar- Atiqah Sempat Bersemi di Temanggung, Berikut Kisahnya

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di rumah Mbah Siti Riyati, rumah yang ditempatinya saat KKN tahun 1994 dulu di Desa Bantir Kecamatan Candiroto Temanggung, Sabtu (20/7/2019)


SIGIJATENG.ID
, Temanggung – Kunjungan Gebernur Jateng Ganjar Pranowo ke Temanggung Sabtu (20/7/2019) sedikit membuka awal mula jalinan cintanya dengan Siti Atiqah, istrinya. Hal itu terungkap saat Ganjar Pranowo yang tiba-tiba mampir di salah satu rumah tua di Desa Bantir Kecamatan Candiroto Kabupaten Temangung.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertemu Mbah Siti Riyati

Ya. Ganjar Pranowo yang tengah kunjungan ke Temanggung dengan naik motor roda dua tiba-tiba berbelok ke arah Desa Bantir. Ganjar berhenti di depan rumah tua dan langsung memarkir motornya. Begitu melepas helm, tiba-tiba seorang nenek dari seberang rumah lari tergopoh-gopoh sambil teriak histeris.

“Ya Allah, aku ngimpi opo mau bengi. Iki aku ora nglindur to? Iki Mas Ganjar?” Teriak nenek-nenek itu dan langsung memeluk dan menciumi Ganjar. “Nggih leres niki Ganjar,” jawab Ganjar sambil tersenyum.

“Lha kok rene ora kondo-kondo (ke sini kok tidak bilang-bilang) ya Allah ngimpi opo aku?” Katanya yang masih tidak percaya dengan kehadiran orang nomor satu di Jawa Tengah itu. 

Nenek yang keluar adalah pemilik rumah tua itu. Ternyata Ganjar pernah tinggal di rumah itu, yaitu saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 1994 atau 25 silam. Namanya Siti Riyati, suaminya bernama almarhum Soekarno, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Bantir. Wajar saja Mbah Siti histeris, karena begitu KKN selesai baru kali ini Ganjar mengunjungi rumahnya. 

Mbah Siti langsung membukakan pintu rumahnya dan mempersilakan Ganjar masuk. “Ini rumahnya pak Karno, sekarang ditempati anaknya, Mas Timbul. Kalau ini istri Pak Karno, Mbah Siti. Oalah Ono fotoku to,” kata Ganjar yang langsung dlusupan sampai ke belakang dan sempat melihat fotonya di dinding rumah itu. 

Ganjar sempat membuka pintu beberapa kamar yang ada di rumah itu. Lagi-lagi Ganjar langsung senyum-senyum sendiri seolah menyaksikan tingkah polahnya semasa KKN bersama kawan-kawannya. Apalagi, salah satu teman KKN itu adalah sekarang yang menjadi istrinya, yaitu Siti Atiqoh. 

“Dulu Mas Ganjar KKN di sini bareng Mbak Atiq (Siti Atiqah). Walah malah dadi bojone. Tahu-tahu kok malah dadi Gubernur,” kata Mbah Siti menjelaskan.

Kenangan Ganjar semakin terbayang lengkap ketika Mbah Siti saat itu mengulik masakan-masakan yang biasa dimakan mahasiswa KKN. “Kalau adanya tempe ya tak masakin tempe, kalau adanya sawi ya sawi. Semuanya makan apa adanya. Adanya sambel sama tahu juga dimakan,” katanya. 

Cerita masakan itu seperti jadi umpan bagi Ganjar untuk masuk lebih dalam ke masa lalu. Sambil tertawa, Ganjar mengisahkan hanya satu masakan yang ditolak oleh kawan-kawannya dan Siti Atiqoh. Setiap seminggu sekali, kata Ganjar, Mbah Siti menyuguhkan masakan istimewa, lele goreng. Tapi tidak satu pun temannya, termasuk Siti Atiqoh bersedia makan. 

“Itu kan ibu ngambilnya lele dari kolam depan rumah. Nah di kolam itu setiap pagi saya BAB?” kata Ganjar yang langsung membuat seisi ruangan tertawa. 

Ganjar terlihat bahagia mengenang masa-sama KKN di desa itu bersama Siti Atiqah, yang kemudian jadi istrinya. Seakan mengobati lelah Ganjar setelah seharian mengendarai sepeda motor keliling Semarang dan Temanggung. Namun Ganjar merasa ada yang sedikit kurang, karena anak almarhum Soekarno tidak di rumah. Dia tengah ziarah ke Jawa Timur bersama rekan kerjanya. 

“Mas Timbul itu teman tidurku dulu. Lha adiknya Timbul mana? Oalah ini tho, Atik. Dulu masih kecil dia,” kata Ganjar. 

Setelah mengenang beberapa pertemuan dengan keluarga Soekarno itu, Ganjar lantas minta undur diri dan berjanji bakal kembali lagi. “Tidak bisa nginep. Ini tadi saya cuma mampir, mau ke wisata Jumprit. Yo wes aku lungo sek,” kata Ganjar yang langsung dikerubungi warga untuk foto bersama. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here