Tercatat Sembelih Hewan Kurban Terbanyak di Sragen, Takmir Gunakan Besek Pengganti Plastik

Takmir Masjid Al Hikmah Perumahan Margo Asri Desa Puro Karangmalang Sragen menggunakan besek untuk bungkus daging kurban pada Idul Adha 1440 H. ( foto santo/sigijateng.id),

SIGIJATENG.ID, Sragen – Sejumlah warga di Kabupaten Sragen menggunakan besek (kotak ayaman bambu) sebagai pengganti kantong plastik untuk tempat pembagian daging kurban. Salah satunya warga perumahan Margo Asri,Desa Puro, Karangmalang, Sragen. Langkah itu diambil menyusul kebijakan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang menghimbau kepada seluruh warga Sragen tak gunakan kantong plastik untuk bungkus daging kurban. 

Idul Adha 1440 H ini, Masjid Al Hikmah Margo Asri tercatat sebagai penyembelih hewan kurban terbanyak se Sragen, yakni 36 ekor sapi dan 2 ekor kambing.

Suprapto selaku takmir masjid Al Hikmah menyampaikan dengan mengunakan besek juga bisa membantu menghidupkan kembali kearifan lokal. Ini sebagai langkah mengurangi sampah plastik serta untuk menjaga kelestarian lingkungan dari bahaya pencemaran. Karena sampah plastik akan mencemari lingkungan dan termasuk jenis sampah yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk dapat terurai. 

“Besek ini adalah produksi warga sragen, yang di sekitaran daerah utara sana. Ini tujuan utama juga untuk mengurangi sampah plastik,” kata Suprapto. 

Menurut Suprapto kedepannya dengan mengunakan besek bambu akan menghidupkan kembali ekonomi masyarakat.
“Satu besek harganya kurang lebih seribuan lebih, ya kalo murahnya masih murah plastik tapi inikan tujuannya untuk mengurangi sampah plastik di sragen,” bebernya. 

Bupati Sragen Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati pihaknya mengeluarkan kebijakan ini, yakni agar menggunakan barang yang mudah terurai atau mengurangi penggunaan plastik untuk bungkus daging kurban. 

“Kami juga khususnya panitia kurban, untuk tidak mengunakan bungkus kantong plastik sekali pakai, supaya beralih mengunakan wadah/ bungkus yang ramah lingkungan, seperti daun pisang, daun talas, besek bambu, besek daun kelapa, daun jati, atau bahan lainnya yang ramah lingkungan, ” tutur Bupati Yuni.

Dengan manfaatkan bahan baku dari lingkungan yang ada, kata Bupati Yuni sekaligus akan meningkatkan perekonomian rakyat kecil khususnya pengrajin besek bambu. (santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here