Terapkan Tiga Prinsip, RSUD Margono Soekarjo Juara III “Green Hospital”  

Plt Direktur RSUD Margono Yunita Dyah Suminar menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo pada Anugerah Menteri Kesehatan RI Tahun 2019, di Aula Siwabessy Lantai II Gedung Prof Dr Sujudi Kemenkes RI, Jakarta, Selasa (12/11/2019). ( foto istimewa)

SIGIJATENG.ID, Jakarta– Rumah Sakit Umum Daerah Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto ditetapkan sebagai Juara III Green Hospital Kategori RSUD, RS TNI-Polri, K/L, Tingkat Nasional Tahun 2019. Penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI itu diserahkan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo kepada Plt Direktur RSUD Margono Yunita Dyah Suminar, pada Anugerah Menteri Kesehatan RI Tahun 2019, di Aula Siwabessy Lantai II Gedung Prof Dr Sujudi Kemenkes RI, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Plt Direktur RSUD Margono Yunita Dyah Suminar menjelaskan, pihaknya terus berupaya menerapkan rumah sakit ramah lingkungan atau green hospital, dari aspek desain bangunan, pengoperasian, serta pemeliharaan, dengan mempertimbangkan prinsip kesehatan dan lingkungan berkelanjutan.

“Kebijakan-kebijakan operasional kami upayakan yang ramah lingkungan, seperti efisiensi energi listrik, air, penggunaan film, penggunaan alat kesehatan yang ramah lingkungan (nonmerkuri), meminimalisasi penggunaan kertas (paperless) dengan menerapkan rekam medik elektronik dan klaim BPJS berbasis elektronik,” ungkapnya, usai menerima penghargaan.

Ditambahkan, pada green hospital, pihaknya menerapkan tiga prinsip, yakni reduce (mengurangi), reuse (menggunakan), recycling (mendaur ulang). Reduce dilakukan salah satunya dengan menekan penggunaan kertas pada dokumen rekam medis dan berkas fisik klaim BPJS, melalui penggunaan sistem elektronik.

“Kami menggunakan rekam medis elektronik dan elektronik validation. Sehingga, bisa meminimalisasi penggunaan kertas. Ini salah satu upaya pengurangan sampah,” kata Yunita.

Limbah di rumah sakit itu pun juga dikelola dengan baik. Limbah cair diolah dan dikeluarkan setelah aman dan ramah lingkungan. Limbah medis dan nonmedis dipisah kemudian diolah sesuai jenis limbahnya.

Untuk meminimalkan penggunaan listrik, pihaknya mendesain ruangan dengan penerangan yang memadai, sehingga tak perlu lagi menggunakan lampu pada siang hari. Tak hanya itu, AC di setiap ruangan dipasang pada suhu 25 derajat celsius.

“Dengan cara itu, konsumsi energi listrik di RSUD Margono berkurang dari 128.26 kWh/m2/tahun pada 2018 menjadi 109.99 kWh/m2/tahun. Adanya radiology information system juga menghemat anggaran film, dari penganggaran Rp1,3 miliar pada 2016, menjadi Rp500 juta pada 2017, dan Rp250 juta pada 2018,” terang Yunita.Dia bersyukur apa yang dilakukan jajarannya mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan RI. Capaian itu akan terus dipertahankan, di samping tentunya peningkatan layanan kepada masyarakat. (kom)    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here