Tarik Perhatian Tim Juri, Jajanan Wingpoh Kendal Akan Dipublikasikan Tingkat Nasional

Ketua PKBM Bina Warga Pegandon, Maftukhin berikan paparan mengenai Wingpoh dalam sebuah pameran dalam program Perluasan Kesempatan Kerja yang digagas oleh Kementerian Tenaga Kerja yang digelar di Lembang, Bandung belum lama ini.

SIGIJATENG.ID, Kendal – Wingpoh, jajanan berbahan baku dasar dari tanaman singkong (ketela pohon) mampu menarik perhatian Tim Juri sebuah pameran dalam program Perluasan Kesempatan Kerja yang digagas oleh Kementerian Tenaga Kerja yang digelar di Lembang, Bandung belum lama ini.

Produk olahan wingpoh yang merupakan hasil karya dari Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Bina Warga asal Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal ini, rencananya akan dipublikasikan hingga di seluruh Indonesia pada pameran tingkat Nasional di Bangka Belitung bulan depan.
Ketua PKBM Bina Warga Maftukhin mengatakan, publikasi wingpoh itu dilakukan bersama dengan 20 peserta lainya dari berbagai daerah di Indonesia selama empat hari. Peserta publikasi itu bersifat umum, tak hanya dari PKBM, namun juga diikuti dari pondok pesantren. Produk yang ditampilkan peserta beragam.

“Dari Jawa Tengah, ada lima daerah yang mengikutinya, yakni Karanganyar dengan produk kaos, Pemalang donat dan cakwe, Tegal berupa kerajinan dari bambu, dan Banjarnegara kerajinan bata merah, serta Kendal dari PKBM Bina Warga membawa jajanan wingpoh. Lolos penilaian, wingpoh siap ikut pameran 1 Juli, mendatang,” katanya, Senin (24/6/2019).

Diungkapkan, lolosnya PKBM Bina Warga Pegandon dengan tema Kuliner jajanan menjadi satu-satunya perwakilan dari Jawa Tengah dalam program Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker tersebut. Melalui MoU dengan Kemenaker RI, Wingpoh siap di perkenalkan keseluruh Indonesia.

“MoU dengan Kemenaker RI yang sudah dilakukan di Lembang saat itu, Wingpoh siap kita perkenalkan hingga ke seluruh Indonesia nantinya. Kami tengah menyiapkan mentor yang nantinya akan melakukan publikasi keseluruh Indonesia,” ungkapnya.

Ia menyatakan, bahwa pihaknya telah melakukan rapat dengan jajaran PKBM membahas untuk melakukan mentoring ke seluruh Indonesia jika dibutuhkan oleh Kemenaker. “Karena kita lolos. Kita juga melakukan MoU untuk kesiapan menjadi mentoring, setidaknya kita telah siapkan 20 warga binaan,” tandasnya.

Dia menambahkan, untuk pameran tingkat nasional yang akan digelar di Bangka Belitung akan berlangsung selama 1 minggu. Dari 20 peserta, Kemenaker memilih sebanyak 3 peserta yang lolos untuk mengikuti pameran tingkat nasional tersebut.

Peserta yang lolos nantinya akan membuat modul produk, selanjutnya akan disebarluaskan melalui situs resmi Kemenaker dengan tujuan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. “Seperti PKBM Bina Warga akan menjadi pengajar untuk melakukan demo pembuatan Wingpoh,” imbuh Maftukhin.

Sementara itu, Kabid Pembinaan Paud dan PNF Disdikbud Kendal Alwi mengatakan, jika PKBM Bina Warga selalu berkontribusi positif dalam rangka membantu pendidikan Non Formal di Kabupaten Kendal. PKBM Bina Warga selalu memiliki sistem pengelolaan yang kreatif dan penuh inovasi terutama dalam meningkatakan kualiatas dan pelayanan kepada masyarakat.“Setidaknya selalu membantu memberikan solusi ketika pendidikan formal tidak mampu menjangkau,” terangnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here