Tarik Pengunjung, Warga Kampung Pelangi Semarang Gelar Festival Selama Sebulan

Suasana Mural dan Hasil Gambar Kids Fun Coloring Festival Kampung Pelangi Semarang, Sabtu (2/11). (Foto dok. Panitia Festival Kampung Pelangi)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Warga Kampung Pelangi Semarang dengan disuport Pemerintah Kota Semarang (Pemkot) bersama komunitas Kecil Berdampak (Kepak) mengadakan Festival Kampung Pelangi selama sebulan, yakni tanggal 1 sampai 30 November 2019. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengolah potensi wisata dan UMKM warga sekitar.

Kampung Pelangi yang terletak di Jl. Wonosari 4 No. 89 Randusari, Semarang Selatan tersebut diketahui sempat tenar dengan branding kampung warna-warni sebagai tujuan para turis untuk berswafoto pada pertengahan 2017. Akan tetapi, diakui oleh pihak panitia Festival Kampung Pelangi, bahwa 2 tahun terakhir sudah mulai surut pengunjung.

“Kebetulan acara ini digelar untuk menumbuhkan daya tarik wisata Kampung Pelangi kembali yang akhir-akhir ini mulai sepi pengunjung. Ya mungkin karena selama ini cuma ada tempat untuk swafoto,” kata Putri salah satu panitia Festival Kampung Pelangi, Sabtu (2/11/2019).

Ia menjelaskan bahwa acara perdana ini merupakan upaya dari beberapa pihak, yaitu Pemkot Semarang, Karang Taruna Agni Prasetya, PKK Kampung Pelangi, serta Komunitas Kecil Berdampak (Kepak) untuk kembali menaikkan Kampug Pelangi sebagai salah satu tujuan wisata.

Tidak hanya itu, Putri mengatakan bahwa tujuan lain dari diadakannya acara tersebut adalah untuk mengolah potensi yang dimiliki warga sebagai nilai tambah yang bisa berdampak positif, khususnya bagi warga Kampung Pelangi sendiri.

“Jadi seperti halnya kesenian Jathilan, warga sini punya kelompok itu. Nah nanti pada Panggung Seni di Hari Apresiasi kami tampilkan. Terus ada juga ternyata ibu-ibu sini yang memang berbakat membuat beberapa kerajinan tangan yang bisa dijual ke pengunjung,” kata dia.

Dengan mengolah hal tersebut, nantinya harapan Putri bisa memberikan keuntungan secara ekonomi untuk kesejahteraan warga sekitar, selain tidak hanya untuk berswafoto para turis yang datang. Di mana hasil dari penjualan tersebut akan dimasukkan ke kas koperasi dan diolah di sana.

“Kemarin waktu Hari Anak Nasional, kami sudah memulai pendekatan dengan anak-anak sini. Bentuk kegiatannya ada lomba gambar dan lainnya. Tadi sore juga ada. Lalu kami sisipkan mengajarkan ngaji dan lainnya. Maksudnya supaya di sini tidak hanya menjadi objek turis karena warna-warni. Tapi juga ada hal lain yang bernilai untuk warga,” jelas dia.

Beberapa agenda yang mulai dilaksanakan pada hari Sabtu (2/11) tersebut bermacam-macam. Diantaranya Kompetisi Mural, Kids Fun Coloring, Vlog & Fotografi, Festival Lampion, Lomba Mancing, Hari Apresiasi, serta Bazaar UMKM.

“Nanti pada tanggal 10 November juga akan hadir Pak Wali untuk menutup acara. Tapi secara kegiatan masih berlangsung hingga akhir November. Harapan lain ya semoga branding Kampung Pelangi tidak hanya sebagai tempat foto-foto, tetapi ada dampak lain yang bisa dirasakan oleh warga sekitar dan itu nantinya semakin bisa menarik minat para pengunjung atau turis untuk tetap mengunjungi Kampung Pelangi sebagai salah satu destinasi wisata Kota Semarang,” pungkasnya.(Titis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here