Sri Setijawati Dimakamkan di Salatiga, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Petugas mengangkat peti jenasah Sri Setijawati dan kemudian akan dimakamkan di Salatiga. (foto dian/ sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Sri Setijawati, korban pembunuhan di Kendal dengan tersangka Ashar (31) akan dimakamkan di Desa Mangunsari, Salatiga. Kabar tersebut setelah dilakukannya otopsi dan pemandian jenazah di RS Bhayangkara, Sabtu (23/2/2019).

Hal tersebut disampaikan Kakak kandung korban, Syamsuri saat berada di RS Bhayangkara.

“Setelah proses ini, kita keluarga inginnya almarhumah dimakamkan di makam keluarga di Salatiga”, ujarnya saat ditemui sigijateng.id di RS Bhayangkara.

Kepergian Sri, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggal. Syamsuri berharap kepada aparat kepolisian agar menghukum pelaku pembunuhan secara aturan dan hukum yang berlaku.

“Kami ingin pelakunya diberikan hukuman yang setimpal”, imbuhnya.

Syamsuri menambahkan, sampai saat ini, tidak ada iktikat baik dari keluarga terduga untuk minimal meminta maaf kedapa keluarga Sri.

“Harapannya jika memang punya salah kan minimal kita minta maaf. Sampai saat ini belum ada”, terangnya.

Menurut Syamsuri, Sri merupakan sosok yang baik. Sebagai guru, lanjutnya, merupakan sosok guru yang berdedikasi tinggi untuk pendidikan.

“Dia itu orangnya tidak pernah mengeluh mas. Dia guru yang dedikasinya tinggi. Terakhir dia mengajar di Papua, dan belum lama ini kembali ke sini. Saya pernah telepon dia dan dia bilang “saya masih ngajar mas”, tapi saya lupa sekolahnya dimana,” terangnya.

Ditanya menyoal rumah di Jalan Kelinci V no 18 yang tertera di KTP Sri, Syamsuri mengatakan, bahwa rumah tersebut sebelumnya memang dihuni oleh Sri dan Ibunya. 

“Sebelumnya memang Ibu dan Sri tinggal disitu, tapi setelah itu Sri pindah ke Brangsong dan Ibu sekarang tinggal di rumah cucunya. Jadi kondisinya disitu sekarang kosong,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Jasad korban pembunuhan Sri Setijawati akhirnya ditemukan, Jumat (22/2/2019) siang. Jasad korban ditemukan oleh seorang nelayan yang tengah melaut di perairan pantai Jepara Jawa Tengah.  Dia temukan dalam kondisi masih utuh terbungkus karung putih.

Setelah jasad dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Kartini Jepara, jasad kemudian membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk di outopsi. (dian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here