Sidak Pemasangan CCTV RT, Dewan Kota Heran Karena Terkesan Asal Pasang

Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang melakukan sidak terhadap proyek pemasangan CCTV di Kelurahan Sumurejo dan Pakintelan Kecamatan Gunungpati (mushonifin/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Rombongan Komisi A DPRD Kota Semarang melakukan sidak pemasangan CCTV RT di Kelurahan Sumurejo dan Pakintelan Kecamatan Gunungpati pada Senin pagi (9/12/2019).

Sidak ini diikuti oleh OPD terkait seperti Dinas Kominfo, inspektorat, BAPPEDA serta Camat Gunung Pati.

Sidak ini berkaitan dengan program Pemerintah Kota Semarang yang melakukan pemasangan 10.000 CCTV untuk peningkatan keamanan. Rencananya, pemasangan CCTV ini akan dipasang hingga lingkungan di level paling bawah, yakni RT.

Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang sempat terheran-heran Saat melakukan sidak, pasalnya CCTV itu terkesan hanya dipasang asal-asalan.

“Pemasangan CCTV yang di tiang listrik dan telepon itu seolah-olah terkesan asal pasang. Karena hanya diikat menggunakan klem dari plastik,” ujar pria yang akrab disapa Ucok itu.

Dari temuan di lapangan itu, Ucok akan menjadwalkan pertemuan dengan pihak-pihak terkait bersama Diskominfo untuk melakukan rapat kerja pemasangan 10.000 CCTV ini.

“Hari ini kita ambil sampling di dua kelurahan di Kecamatan Gunungpati, yakni di Kelurahan Sumurejo dan Pakintelan,” katanya.

Ucok masih akan mempertanyakan mengenai pengikat CCTV yang menurutnya kualitasnya diragukan.

“Dalam rapat nanti kita akan pertanyakan kekuatan pengikat CCTV, kemudian kita juga akan pertanyakan anggaran pengadaan CCTV itu termasuk pemasangannya,” tambahnya.

Di Kecamatan Gunungpati sendiri rencananya akan dipasang 491 titik CCTV, namun tahun 2019 ini baru terealisir 471 titik. Menurut Camat Gunungpati, Ronny T Nugroho, kemungkinan sisa tambahan itu akan diadakan melalui APBD perubahan pertengahan tahun 2020.

“Sisanya kemungkinan akan dipenuhi di tahun 2020 melalui anggaran perubahan,” ujarnya.

Ronny sendiri mengklaim bahwa masyarakat sangat membutuhkan CCTV sebagai alat bantu untuk menjaga keamanan warga.

“Dengan CCTV ini warga bisa mengawasi lingkungannya disaat membutuhkan melalui rekaman-rekaman yang ditampilkannya,” tambahnya.

Meski sudah ada CCTV, Ronny berharap budaya siskamling harus tetap berjalan.

“Harapan saya budaya siskamling tetap harus berjalan walaupun sudah ada CCTV,” pungkas Ronny. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here