Setahun Pimpin Jawa Tengah, Duet Ganjar-Yasin Setiap 9 Hari Terima Penghargaan

Ganjar Pranowo dan Gus Yasin, sudah setahun memimpin Jawa Tengah, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng.( Foto IG ganjarpranow / sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang –  Sudah satu tahun Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin memimpin Jawa Tengah. Tanggal satu tahunnya jatuh pada tanggal 5 September 2019. Dalam kurun setahun tersebut, atau 465 hari, duet Ganjar-Yasin berhasil mendapatkan 40 penghargaan skala nasional. Itu artianya,rata-rata dalam waktu 9 hari berhasil mendapatkan 1 penghargaan.

Diantaranya sejumlah penghargaan yang cukup istimewa yakni juara umum top 99 pelayanan publik 2019, Pelapor LHKPN terbaik dari KPK, Opini WTP 8 kali berturut-turut dari BPK, Pengendali Inflasi terbaik nasional se—Jawa-Bali,  provinsi terbanyak hasilkan inovasi, Perencana Pembangunan Daerah Terbaik, Government Award 2019 sebagai Indonesian Innovative Leader, dan satu-satunya provinsi berpredikat sangat baik pada Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) 2018.

Meski sukses mengumpulkan penghargaan seabrek, ternyata Ganjar tidak terlalu puas. Bagi mantan DPR RI ini, penghargaan tidak berarti apa-apa jika rakyat masih mengeluh.

“Bagi saya, yang justru lebih membahagiakan dari pada penghargaan-penghargaan itu adalah terwujudnya program-program yang langsung menyasar rakyat sebagai pencapaiannya. Seperti insentif untuk guru ngaji, ustadz, dan pengurus pondok pesantren se Jateng. Ada 171.131 orang yang mendapat manfaat dari program yang baru kali pertama ada tersebut,” ucap Ganjar Pranowo.

Kemudian, juga keberhasilan pengumpulan zakat ASN yang mencapai Rp 4,7 miliar perbulan. Pencapaian tertinggi se-Indonesia itu berhasil dimanfaatkan untuk pembangunan rumah ibadah, rumah tidak layak huni, santunan anak yatim piatu dan sebagainya.

“Tahun 2019 ini kita juga mampu membuat seluruh gedung kantor Pemprov Jateng ramah difabel. Minimal naik di tangganya ada jalur khusus kursi roda,” terang Ganjar Pranowo.

Selain itu, hal yang patut dicatat juga beberapa pencapaian yang sempat menjadi perhatian publik. Satu diantaranya ialah keberhasilan Ganjar merebut kembali lahan PRPP Semarang. Melalui upaya hukum peninjauan kembali di Mahkamah Agung, lahan seluas 273 hektare itu kembali menjadi aset Negara.

Reformasi birokrasi yang dicanangkan sejak 2014 juga melahirkan beberapa terobosan penting. Satu yang disoroti publik adalah keberanian Ganjar mengangkat seorang camat menjadi Kepala Biro, sebuah jabatan eselon dua. Juga kepala sekolah SMK Bawen menjadi Kepala Dinas Pendidikan.

Publik mengapresiasi, di tengah banyak kepala daerah terkena OTT KPK karena jual beli jabatan, Ganjar mengangkat pejabat melalui proses yang bersih dan transparan.

Ganjar juga diapresiasi karena sistem sistem akuntabilitas keuangan pemprov Jateng berhasil menghemat anggaran Rp 1,2 triliun. Jika pembangunan rumah tidak layak huni hanya butuh Rp 10 juta per unit, hasil penghematan bisa digunakan untuk membangun 120.000 rumah warga miskin.

Tidak main-main, Kemenpan RB bahkan menilai keberhasilan reformasi birokrasi Jateng layak menjadi rujukan provinsi-provinsi lain. “Kami mengapresiasi capaian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam capaian reformasi birokrasinya. Birokrasi di Jawa Tengah ini sudah berjalan sangat baik dan harus role model daerah-daerah lain di Indonesia,” kata Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Kemenpan RB, Muhammad Yusuf Ateh pada acara evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Semarang, Rabu (14/11/2018).(aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here