Serapan APBD 2019 Kabupaten Sragen Baru Capai 53 Persen

Foto pengecekan proyek jalan di Sragen. (foto santo/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Sragen – Serapan APBD 2019 di Pemkab Sragen hingga awal September 2019 masih jauh dari target. Memasuki  pertengahan semester ke II ini serapan anggaran baru mencapai angka 53 persen. Lambatnya penyerapan terkait pelaksanaan proyek yang belum rampung.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sragen Dwiyanto saat ini serapan anggaran baru sekitar 53 persen. Dia menuding serapan baru sekitar 50 persen karena pelaksana proyek fisik masih belum mencairkan pembiayaan. Padahal tahun anggaran 2019 sudah berjalan lebih dari satu semester. ”Ini yang saya sampaikan sudah termasuk perubahan,” terangnya.

Menurut catatan BPPKAD Sragen hingga awal September ini kondisi berbanding terbalik dengan target pendapatan pajak daerah yang telah mencapai 75 persen. ”Intinya kita tetap berusaha on schedule, tapi kalau pendapatan juga sudah lumayan,” bebernya.  

Dia menjelaskan banyak faktor yang menjadikan seret penyerapan anggaran. Seperti pelaksanaan proyek fisik yang baru saja dikerjakan oleh kontraktor. Atau ada juga pelaksana yang sudah menjalankan proyek namun belum melakukan pencairan anggaran.

”Proyek fisik ini dinilai tidak masalah, karena pekerjaan fisiknya ada. Namun pengajuan pencairannya yang belum, karena tergantung Surat Perintah Kerja (SPK), biasanya rampung 100 persen,” terang Dwiyanto.

Tetapi dia menegaskan, meski serapan baru mencapai 53 persen, hal ini bukan catatan yang buruk. Menurut Dwi ada beberapa dinas (OPD) yang memiliki proyek fisik untuk didorong melakukan pencairan anggaran.

”DPUPR masih rendah, tapi ndak masalah awal triwulan ke empat kita evaluasi,” jelasnya.

Dwiyanto menjelaskan sejauh ini dari DPUPR memang sesuai jadwal. Karena pada umumnya pekerjaan ini dikerjakan setelah tahapan lelang rampung.  Saat ini pekerjaan dikebut,diperkirakan pada Oktober banyak proyek fisik mulai rampung.

Dia menyampaikan sebenarnya pelaksanaan lelang sebelum di gedok anggaran tidak dipermasalahkan. Hal ini untuk mempercepat proses. ”Sekarang yang anggaran perubahan juga sedang di lelang,” tandasnya. (santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here