Segera Dimulai, Pembangunan Gedung Baru DPRD Jateng Dialokasikan Rp 137 Miliar

Ilustrasi : Gedung Berlian DPRD Jateng dianggap sudah tidak memadai dan tidak bisa menampung jumlah anggota DPRD Jateng yang tambah menjadi 120 orang pada periode 2019-2024 ini. ( foto ist/sigijateng.di)

SIGIJATENG.ID, Semarang –  Pembangunan gedung baru DPRD Jateng dipastikan akan dimulai tahun 2019 dan akan segera dilakukan. Tahap awal adalah lelang  detail engineering design (DED)gedung baru.  

Kepastian akan dimulainya pembangunan gedung baru DPRD Jateng ini diketahui saat verifikasi penganggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seluruh Jawa Tengah tahun 2020, di Solo, Jumat (6/9/2019).

Kepala Bidang Keuangan Woro Boedisayekti mengatakan pembangunan gedung DPRD Jateng akan segera dilakukan sebagaimana rencana awal.

 “Ini bagian ikhtiar kami untuk mengawal pembangunan gedung baru DPRD Provinsi Jawa Tengah. Rencana ini sudah kami siapkan sejak beberapa tahun yang lalu. Semoga bisa sesuai dan aman sehingga bisa direalisasi pengerjaan fisik tahun 2020,” terang Woro.

Woro menjelaskan, pada tahun ini, Sekretariat DPRD Prov Jateng akan melelang pengerjaan detail engineering design (DED). Gedung yang rencananya akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 137 miliar itu ditargetkan selesai dalam kurun waktu pengerjaan fisik selama dua tahun.

“Dua tahun waktu kerjanya, dengan sistem anggaran multi-years. Kita selesikan anggaran di tahun 2020 untuk pembongkaran gedung BPKAD. Setelah DED jadi kita persiapkan lelang pengerjaan fisik, prediksi bulan mei 2020 bisa mulai,” ungkapnya.

Pembangunan gedung baru DPRD Jateng direncanakan setinggi 11 lantai karena akan digunakan bersama dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Prov Jateng. Selain itu juga direncakan setiap anggota DPRD akan mendapatkan satu ruangan.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Jateng Urip Sihabudin beberapa saat yang lalu menyampaikan bahwa gedung DPRD Prov Jateng saat ini sudah tidak layak untuk menampung anggota dewan. Sebab luas ruangan yang sudah terbatas, selain itu juga jumlah penambahan anggota DPRD Prov Jateng yang semula 100 orang menjadi 120 orang.

“Sudah sempit, untuk penyesuaian anggota baru saja kita maksimalkan ruang yang ada. Seperti ruang rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah, Badan Musyawarah, dan Badan Kehormatan yang berada di belakang, kurang layak. Dan kita menyesuaikan dengan perpres bahwa ruang kerja anggota setara eselon II,” ujar Urip.(aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here