Sambas Tour de Borobudur Pada 2-3 November Diikuti 1.700 Peserta, Berikut Rutenya

Suasana jumpa pers tentang Sambas Tour de Borobudur di ruang Kopi Morning lantai 1 Kantor Gubernur Jawa Tengah. (foto mushonifin/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Pesta bersepeda terbesar di Jawa Tengah bertajuk Sambas Tour de Borobudur akan digelar 2-3 November 2019. Event yang digagas oleh komunitas sepeda Samba Bikers Semarang ini akan diikuti 1.700 peserta, baik dari dalam dan luar negeri.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah Sinoeng R Rachmadi mengatakan pihaknya sudah menentukan rute dari Gereja Belenduk Kota Lama Semarang, Alun-Alun Demak, Api Abadi Mrapen, Balaikota Salatiga, dan finis di De Tjolomadoe Karanganyar dan diikuti 500 peserta. Pada etape kedua baru diikuti oleh 1.700 peserta dari De Tjolomadoe Karanganyar, kompleks Candi Prambanan, dan finish di Komplek Candi Borobudur.

“Peserta Tour de Borobudur selalu bertambah tiap tahunnya karena menawarkan pengalaman pada rute-rute baru dan tantangan di setiap etapenya,” jelas Sinoeng pada jumpa pers di Gubernuran Jawa Tengah Rabu (30 /10/2019).

Tour de Borobudur adalah event olahraga sepeda paling konsisten di Indonesia. Event ini sudah memasuki tahun ke-19. “Pada awalnya event ini hanya sehari dengan rute Semarang langsung ke Candi Borobudur Magelang. Tapi sejak 2016 formatnya dirubah dengan pelaksanaan 2 hari dan rute yang berbeda-beda,” tandanya.

Dalam event ini akan ada 3.500 personel polisi yang mengamankan jalannya kegiatan. Kepala Bagian Pembinaan Oprasional Biro Oprasi POLDA Jateng AKBP Artanto menjelaskan bahwa Demak dan Grobogan menjadi titik fokusnya.

“3.500 itu gabungan polda dan polres, kami meminta warga untuk memberikan ruang untuk peserta melintas,” kata Artanto.

Hendra Dharmanto, koordinator acara menambahkan pihaknya menyediakan spot pengambilan air minum (water sation) agar peserta tak perlu repot-repot membawa botol plastik sendiri dan imbasnya bisa mengurangi sampah plastik.

“Snack juga bebas kemasan plastik. Jadi konsep go-greennya kena”, kata Dharmanto. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here