Rumah Sehat Mandiri, Gratis untuk Tinggal Pasien Rawat Jalan RSUP dr Kariadi dari Luar Kota

Foto bersama pengurus foundation dan perangkat kelurahan. ( foto deparenting.com)

SIGIJATENG.ID, Semarang –  Seseorang yang lagi sakit menjalani rawat jalan, namun kebetulan rumahnya berada jauh di luar kota tentu menjadi persoalan serius. Apalagi dalam kondisi ekonomi pas-pasan, dan juga tidak ada kerabat yang bisa dijadikan harapan pertolongan. Tentu butuh biaya tidak sedikit untuk indekos ataupun transportasi wira-wiri.

Kondisi yang menyulitkan ini direspon oleh Mandiri Amal Insani Foundation dengan mendirikan Rumah Sehat Mandiri, di Jalan Kintelan Baru Nomor 69 RT 2 RW 2 Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang, tidak jauh dari komplek RSUP dr Kariadi Semarang.

Lokasi Rumah Sehat Mandiri

Dilansir dari deparenting.com, Rumah Sehat Mandiri ini dibuat dengan tujuan untuk menampung, atau menjadi rumah singgah sementara bagi pasien RSUP dr Kariadi dari luar kota yang menjalani rawat jalan. Saat ini Rumah Sehat Mandiri baru bekerjasama dengan RSUP dr Kariadi dan juga hanya diperuntukkan untuk pasien rawat jalan luar kota.

Namun tidak hanya pasien saja yang boleh tinggal, keluarga yang mengantar juga boleh tinggal dan semuanya adalah gratis. Meski gratis, namun Rumah Sehat Mandiri ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.

Pasien dan keluarga pasien bisa tinggal di rumah sehat tersebut beberapa hari sebelum maupun sesudah berobat. Dan mereka bisa mendaftar lagi pada bulan berikutnya saat akan kemoterapi lagi.

Apa syaratnya?

Apa saja syarat untuk mendapatkan fasilitas Rumah Sehat mandiri? Ada tiga syarat, memiliki BPJS kelas III, menunjukkan surat keterangan tidak mampu, dan memperoleh pengantar dari RSUP Dr Kariadi. Syarat tambahannya, pasien tidak mengidap penyakit menular. Dalam sekali daftar, pasien dan keluarganya bisa tinggal maksimal tiga bulan.

Kepala Mandiri Amal Insani Foundation Perwakilan Jateng dan DIY, Yopie Bagus Hermawan mengatakan Rumah Sehat Mandiri Semarang memiliki delapan kamar dan ukurannya cukup luas. Masing-masing kamar hanya diperuntukkan bagi satu pasien dan satu keluarga yang mendampingi.

Fasilitas lain adalah dua kamar mandi, ruang konseling, ruang tengah cukup besar untuk bersantai, musala, tempat jemur pakaian, hingga dapur. Di ruang dapur juga memiliki fasilitas komplet. Seperti kulkas, kompor, penanak nasi, gelas, piring, panci, termos air.

Pihaknya juga menyediakan bahan makanan dan sayuran mentah. Masing-masing keluarga pasien bisa masak sesuai selera lidah, karena biasanya beda asal maka beda pula selera makanannya.

Untuk mencukupi semua kebutuhan tersebut, pihaknya menyediakan anggaran Rp 8,5 juta per bulannya. Semua anggaran bersumber dari pengelolaan zakat.

“Kami juga menyediakan fasilitas transportasi pasien menuju RSUP Dr Kariadi. Sehingga semakin meringankan biaya,” katanya.

Selama tinggal di Rumah Sehat Mandiri, pasien maupun keluarga diajak untuk mengikuti kajian Islam secara rutin. Mereka juga bisa mengikuti bimbingan konseling guna menambah motivasi. Sekadar curhat terkait permasalahan yang dihadapi pun juga bisa.

“Kami juga menyediakan program piknik di lokasi-lokasi wisata sekitar. Semisal Masjid Agung Jawa Tengah dan Lawang Sewu,” terangnya.

Pengurus Mandiri Amal Insani Foundation Pusat, Mangatas Simanjuntak mengatakan Rumah Sehat Mandiri di Kota Semarang ini adalah kali pertama di Jawa Tengah. Biasanya banyak tantangan dari lingkungan di sekitar rumah sehat yang bau didirikan. Salah satu kekhawatiran warga adalah adanya penyakit menular.

“Ada kekhawatiran warga. Namun kami pastikan yang tinggal di sini adalah pasien yang tidak menderita penyakit menular. Hal itu didasarkan pada surat keterangan yang diberikan oleh pihak rumah sakit,” kata Mangatas Simanjuntak

Jika di provinsi lain bayak tantangan, di Semarang justru berbeda. Tim Penggerak PKK Kelurahan Bendungan justru menerima dengan tangan terbuka. Bahkan jika memungkinkan warganya bisa ikut berpartisipasi menyediakan kamar-kamar singgah bagi pasien.

Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Bendungan, Sri Retno Kusumawati rupanya melihat Rumah Sehat Mandiri dari sisi ekonomi. Semakin banyak warga luar kota yang datang dan tinggal maka akan semakin banyak bahan pangan mentah atau makanan siap saji yang dibutuhkan.

“Ada sisi positifnya. Potensi ekonomi masyarakat sekitar bisa diuntungkan. Semisal dengan membuka warung kelontong atau warung makan,” katanya Sri Retno.

Pasien rawat jalan RSUP dr Kariadi yang tinggal sementara di Rumah Sehat Mandiri. (foto deparenting.com)

Salah satu pasien rawat jalan RSUP dr Kariadi yang sudah menghuni Rumah Sehat Mandiri adalah Darmin, asal Lampung seorang penderita tumor di kepala. Selama di Semarang dia ditemani istrinya Rodhiyah. Namun sebelum tinggal di Rumah Sehat Mandiri, pasutri ini sempat tinggal indokos hingga tujuh bulan. Dia mengku sudah banyak biaya yang dikeluarkan saat indekos.

“Alhamdulillah. Beberapa hari ini saya bisa tinggal disini,” kata Rodhiyah. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here