Rukma: Opini WTP Harus Dijaga, Jangan sampai Dapat Opini Lain

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersalaman dengan Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi setelah Rapat Paripurna DPRD Jateng, Selasa (11/6/2019). ( foto humas dprd/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – DPRD Jateng mengapresiasi kinerja Pemprov JatengCapaian hasil dan kinerja Pemprov Jateng pada tahun anggaran 2018 patut dipertahankan.  Dari data yang ada, selama satu tahun anggaran, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) bisa melampaui target, serta didapatkannya lagi opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ketua DPRD Dr Rukma Setyabudi mengatakan kinerja Gubernur Jateng Gajar Pranowo dan Wagub Taj Yasin patut diapresiasi. Kinerja Pemprov dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan.

“Hasil yang bagus. Pencapaian seperti ini harus dipertahankan. Opini WTP harus dijaga jangan sampai mendapat opini lain. Realisasi pendapatan daerah terdiri dari pendapat asli daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain sebesar Rp 24,702 triliun atau 99,54 persen dari target Rp 24,814 triliun. Pencapaian tersebut lebih tinggi dari 2017 sebesar Rp 23,703 triliun,” ungkap Rukma usai memimpin Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (11/6/2019).

Sementara, Gubernur Ganjar Pranowo saat membacakan nota pengantar pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2018 menyebutkan, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Rp 13,711 triliun (102,35%) naik dari target Rp 13,396 triliun. Hasil itu meliputi pajak daerah Rp 11,507 triliun (103,7%), terdiri dari pajak kendaraan bermotor Rp 4,248 triliun, bea balik nama kendaraan bermotor (Rp 3,423 triliun), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (1,846 trilun), pajak pengambilan dan pemanfaatan air permukaan (Rp 12,983 miliar), pajak rokok (1.975 triliun).

“Peningkatan pajak daerah melebihi target disebabkan oleh peningkatan layanan kepada masyarakat melalui penambahan titik layanan dan kemudahan titik layanan dan kemudahan pembayaran PKB melalui e-samsat,” kata Ganjar.

Pendapatan transfer sebesar Rp 10,968 triliun, dana alokasi umum (DAU) Rp 3,652 triliun, dana alokasi khusus (Rp 267,57). Selanjutnya belanja daerah realisasi Rp 22 miliar atau 100 persen.

Rapat paripurna akan dilanjutkan lagi pada Kamis (13/6) lusa dengan agenda tanggapan fraksi DPRD Jateng atas rancangan peraturan daerah Jateng tersebut. Rapat paripurna ditutup dengan halalbihalal, bersalaman antaraanggota dan dengan pimpinan DPRD serta Gubernur Ganjar Pranowo, Wagub Taj Yasin dan Sekda Dr Sri Puryono. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here