Rekrutmen CPNS Pemprov Jateng, DPRD Jateng Alokasikan Dana Rp 15 M

Suasana “Diskusi bersama Parlemen” bertajuk ‘Menjaring CPNS Berkualitas Provinsi Jateng” di Kedai Merby bersama Ketua Komisi A DPRD Jateng, M. Sholeh dan Kepala BKD Jateng, Wisnu Zaroh, Senin (11/11). (Foto Titis/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran hingga Rp 15 miliar guna kebutuhan operasional rekrutmen CPNS Pemprov Jateng.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng, Muhammad Soleh dalam Diskusi Bersama Parlemen bertajuk ‘Menjaring CPNS Berkualitas Provinsi Jateng” di Kedai Merby, Jalan MT Haryono Semarang Senin (11/11/2019). Dalam kesempatan itu hadir juga sebagai pembicara Kepala BKD Jateng, Drs Wisnu Zaroh MSi.

“Kami mendukung penuh perekrutan PNS yang dilakukan BKD. Dari pendaftaran, rekrutmen tahap ke dua, tahapan tes hingga nanti pengumuman. Kami alokasikan Rp 15 Miliar pada APBD 2020 nanti,” papar Muhammad Soleh seusai talkshow.

Muhammad Soleh, Ketua Komisi A DPRD Jateng

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pembukaan pendaftaran CPNS resmi dibuka Senin (11/11) ini, nantinya untuk tahap tes akan dilakukan pada tahun 2020. Sedangkan untuk rekrutmen kedua juga dilakukan paada tahun 2020 akhir.

“Sehingga kami dari Komisi A mem-back up penuh usulan dari BKD. Untuk dua gelombang perekrutan. Ya itu, mulai dari sosialisasi sampai pengumuman, semua kami penuhi. Tapi dengan catatan kami minta ada sosialisasi yang sebelumnya tidak pernah ada,” kata dia.

Selanjutnya ia juga menegaskan, bahwa tahun ini Komisi A DPRD Jateng meminta BKD melakukan sosialisasi dan juga simulasi selama masa rekrutmen. Yang akan digelar selama 5 hari dengan kuota 500 orang per hari. Hal tersebut berkaitan dengan evaluasi dari pelaksanaan rekrutmen sebelumnya yang menyangkut dengan kebutuhan pegawai honorer.

“Karena khusus yang honorer, mereka secara bidang mereka mumpuni. Tapi di Tes Kompetensi Dasar mereka akan kalah dengan yang baru lulus. Makanya di Tes Kompetensi Dasar ada pengetahuan umum, wawasan kebangsaan dan beberapa yang dipersyaratkan. Nah, permasalahannya para honorer yang kesehariannya mengajar semisal, di pengetahuan umum pasti akan kalah dengan fresh graduate yang setiap hari terbiasa mencari info sesuai perkembangan jaman melalui ponsel,” kata dia.

Menurut Sholeh, permintaan Komisi A untuk melakukan simulasi akhirnya disepakati menjadi salah satu program fasilitas selama perekrutan CPNS 2019-2020, merupakan langkah tepat. Harapannya ke depan, simulasi semacam itu bisa dilaksanakan di Kabupaten/Kota secara menyeluruh.

“Karena Kabupaten/Kota melaksanakan CPNS ini secara mandiri sekarang. Jadi ke depannya supaya bisa diberikan fasilitas simulasi semacam ini untuk memfasilitasi para honorer,” ujar dia.

Kepala BKD Jateng Wisnu Zaroh

Disisi lain, Soleh mengingatkan calon pelamar CPNS untuk teliti terhadap persyaratan yang ada. Misalnya terkait dengan identitas diri, yakni e-KTP. Bagi yang belum memiliki e KTP dan hanya memiliki surat keterangan alias suket, diharapnya suketnya diperiksa lebih dahulu, jika memang sudah tidak berlaku maka segera minta sukset yang baru. “Suket itu berlaku hanya enam bulan. Sudah enam bulan e KTP belum jadi, maka lebih baik minta suket lagi,” terangnya.

Sementara, Kepala BKD Jateng Drs Wisnu Zaroh MSi mengatakan kuota Pendaftaran CPNS 2019 mengalami peningkatan secara rasio dari tahun sebelumnya. Sebetulnya Pemprov Jateng mengajukan kuota sebanyak 2.106 kuota ASN namun disetujui 1.409 kuota. Meskipun masih kurang, kuota tahun ini lebih banyak daripada rasio tahun 2018, di mana pengajuan sebanyak 4.400 kepada Kementrian PANRB, Jateng mendapat kuota 1.926.

“Secara rasio, tahun ini meningkat. Tahun lalu kami ajukan ke Kementrian PANRB sejumlah 4.400, hanya mendapat 1.926. Sedangkan tahun ini, kami ajukan 2.106, mendapat kuota sebanyak 1.409 ASN untuk Pemprov Jateng,” kata Wisnu Zaroh.

Dia menjelaskan bahwa pelaksanaan penerimaan ASN melalui rekrutmen CPNS tahun ini juga ada peningkatan secara kualitas, baik itu secara sistem yang dipersiapkan maupun fasilitas. Hal tersebut dilakukan berdasarkan usulan, saran serta evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya.

“Selain memang tetap terus memperbaiki sistem, seperti untuk kemudahan mengakses laman. Kami juga sediakan simulasi atau sosialisasi untuk para pendaftar. Meskipun memang masih terbatas, fasilitas itu sengaja kami berikan setidaknya untuk 2.500 peserta selama 5 hari. Jadi sehari bisa ada 500 peserta yang dapat mengikuti simulasi. Tempatnya nanti di Donohudan,” ungkap dia.

Selain itu, Wisnu menambahkan bahwa untuk para peserta yang akan mendaftar, tetap teliti sesuai dengan persyaratan dan bidang jurusannya. Ia menegaskan bahwa tahun ini, 99% kebutuhan ASN Pemprov Jateng adalah posisi jabatan fugsional.

“Untuk tahun ini, yang dibutuhkan secara presentase ASN Pemprov Jateng adalah sekitar 99% itu posisi jabatan fungsional,” kata dia.

Untuk itu ia menghimbau, bahwa para peserta lebih cermat dan teliti. Selain hanya bisa mendaftar satu bagian dengan satu bidang, persyaratan lain juga harus dipertimbangkan. Ia mengatakan pemisalan ada persyaratan ijasah D3, maka pendaftar dengan ijasah S1 tidak akan lolos di bidang yang ia pilih.

Untuk perekrutan tersebut resmi dibuka hari ini, Senin (11/11/2019) sampai dengan Minggu (24/11/2019) pukul 23.59 WIB. Sedangkan untuk pengumuman verifikasi dijadwalkan bulan Januari. Tes kompetensi dasar dan wawasan kebangsaan pada bulan Maret, serta pemberkasan pada bulan April.

“Beberapa tahap tes ini juga memiliki manfaat lain. Salah satunya adalah untuk meminimalisir kemungkinan calon ASN yang terpapar paham radikal. Melalui tes Kompetensi Dasar semisal ada yang terdeteksi, maka sudah pasti tidak akan lolos,” kata dia. (ADV/Titis/Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here