Ratusan Warga di Demak Tuntut Karaoke Ditutup, Bupati Setuju

Warga saat mengadu ke Bupati agar tempat karaoke di wilayah Botorejo ditutup.

SIGIJATENG.ID, Demak – Ratusan warga Desa Botorejo Kecamatan Wonosalam Demak Kamis (7/11) mengadakan aksi unjuk rasa di halaman pendopo Kabupaten Demak. Mereka memprotes keberadaan tempat karaoke di lingkungan mereka, yang nekat buka meski sudah disegel Satpol PP beberapa waktu sebelumnya.

Menggunakan kendaraan roda dua dan empat warga bergerak dari Botorejo menuju pendopo. Disini mereka ditemui langsung oleh Bupati Demak HM Natsir, Kepala Satpol PP Ridhodin dan Asisten dua Nur Wahyudi.

Dalam kesempatan itu Muntaqo selaku perwakilan warga mengatakan bahwa warga sudah tidak tahan lagi dengan keberadaan karaoke di lingkungan mereka karena sudah sangat meresahkan. Mulai dari peredaran minuman keras, hingga wanita pemandu karaoke yang membuat ibu-ibu gerah dibuatnya. Untuk itu Muntaqo dengan tegas meminta pihak pemkab sesegera mungkin menutup karaoke di lingkungan mereka.

“Kami meminta aparat agar secepatnya menutup karaoke di lingkungan Desa Botorejo karena sudah sangat meresahkan warga,” ujarnya diamini warga lainnya.

Dirinya sangat menyesalkan pihak pengusaha karaoke yang ditengarai merusak segel milik Satpol PP yang sudah dipasang beberapa waktu lalu, sebagai tanda ditutupnya usaha tersebut.

“Sebelumnya sudah ada penyegelan, saya kira masalah sudah selesai, ternyata kok malah seperti ini. Mungkin memang harus ada bantuan dari pihak kepolisian mengenai masalah ini,” imbuhnya.

Terkait masalah ini Kasat Intel Polres Demak AKP Yusuf mengatakan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya memang mengawal Satpol PP menyegel tempat-tempat ini. Namun beberapa hari kemudian ada informasi terjadi pengerusakan segel. Jika memang demikian, warga bisa melapor ke Satpol PP dan dilanjutkan ke Reskrim bahwa segel tersebut sudah dirusak untuk selanjutnya bisa dilakukan penyelidikan. Meski demikian pihaknya meminta warga untuk tidak ikutan menyanggong di lokasi, sebab akan sangat rawan dengan gesekan. “Jika perlu kita bisa duduk bersama, jangan sampai ada bentrok atau persekusi,” imbaunya.

Senada Kasat Reskrim Polres Demak AKP Aris Munandar menjelaskan bahwa pihaknya hingga kini masih menjalankan proses penyelidikan terkait pengaduan yang pernah diajukan satpol PP.

“Dalam permasalahan ini yang diinginkan warga bukan prosesnya tapi bagaimana bisa menutup karaoke. Karena jika hanya diproses maka yang kena adalah pelaku saja, bukan tempat karaokenya. Pada prinsipnya bagaimana karaoke itu bisa ditutup,” tegasnya.

Sedangkan Bupati Demak HM Natsir sangat mendukung keinginan warga untuk menutup karaoke di wilayah tersebut.

“Kita akan tutup karaoke, tapi itu membutuhkan proses tidak bisa langsung menutup begitu saja. Kami akan koordinasi dengan polres dan Kodim,” tegas Bupati. (rr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here