Ratusan Abang Becak Kendal Konvoi Pemilu Damai

Ratusan abang becak melakukan konvoi mengelilingi ibukota kecamatan kota Kendal, mengajak masyarakat lainnya menciptakan pemilu damai meski beda pilihan, Minggu (17/2/2019). ( foto dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Tak seperti biasanya, sepanjang jalan sekitar Kecamatan Kota Kendal MInggu (17/2/2019) siang ramai dipenuhi ratusan abang becak berpenumpang melakukan arak -arakan konvoi mengelilingi ibukota kecamatan. 

Arak-arakan konvoi yang dilakukan para abang becak berpenumpang itu ternyata mengajak masyarakat luas untuk bisa melaksanakan pemilu damai yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang.

Dengan mengenakanatribut kaos bertuliskan Jejaring Relawan Handal Anak Negeri (JRHAN) Kendal, para abang becak berpenumpang itu ternyata mengkampanyekan pemilu damai. 

Meski mereka mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.Mereka tetap berupaya untuk tidak melakukan intervensi terhadap kampanye dari pasangan calon lainnya. 

Sebab, secara kebetulan di hari yang sama. Ada dari tim sukses paslon capres dan cawapres, calon legislatif dan peserta lainnya juga melakukan kegiatan hal serupa.  

Heri Meidianto, Kordinator JRHAN Kendal mengatakan awal rencana, pihaknya hanya ingin menggelar sepeda gowes pada pagi hari bersama keluarga anggota JHRAN. Namun sehubungan ternyata banyak abang becak juga ingin bergabung, akhirnya acara gowes digabung dengan pihaknya.

Dirinya menambahkan dalam mendukung pasangan calon peserta pemilu baik paslon Presiden dan Wakil Presiden, DPR maupun DPRD harus tetap menjunjung tinggi tenggang rasa dan sikap damai antar sesama pendukung dan peserta pemilu meski beda pilihan. 

“Kami sudah koordinasikan dengan para peserta konvoi agar tidak menggangu ketertiban umum dan tidak menyakiti kampanye dari peserta pemilu lainnya. Contohnya menyuarakan yel-yel maupun tindakan provokatif yang berujung perselisihan dan pertikaian,” imbuh Heri. 

Salah seorang peserta konvoi, Andri (24) menuturkan dirinya bersama kawan-kawan lainnya siap melaksanakan pemilu yang damai dan menunjukan sikap tenggang rasa. Menurutnya perbedaan pilihan jangan dijadikan masalah. 

“Boleh berbeda namun kedamaian dalam masayarakat tidak boleh rusak. Jangan gara-gara berbeda pilihan jadi terpecah belah. Mari kita junjung tinggi perbedaan itu sebagai bentuk rasa persatuan, meski beda pilihan,” tuturnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here