Rapat Bosda di Banggar, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Walk Out

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul  Aziz

SIGIJATENG.ID, Semarang – Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jateng diwarnai aksi walk out (WO) yakni saat membahas Pembahasan anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk SMA, SMK, MA, dan SLB pada RAPBD Jawa Tengah 2020.  Rapat Banggar  berlangsung dua hari, yakni Rabu dan Kamis (6-7/11/2019).

Aksi WO dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Aziz, pada Kamis (7/11/2019) sore, karena kecewa dengan keputusan yang diambil tentang anggaran Bosda. Politisi PPP ini keberatakan dengan besarnya anggaran Bosda untuk sekolah swasta.

“Pembahasan Bosda di Banggar juga berlangsung ramai. Saya memilih WO,” kata Abdul Aziz kepada Sigijateng.id Jumat (8/11/2019).

Meski WO, politisi asal Rembang ini menyatakan tetap menghormati keputusan penetapan anggaran Bosda RAPBD 2020 yang digelar di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jateng.

“Karena sudah menjadi keputusan saya menghormati,” kata anggota dewan dari FPPP ini.  

Adapun besaran anggarn Bosda yang disepakati di Banggar yakni yang sesuai dengan RAPBD 2020, yakni untuk siswa SMA, SMK, dan SLB negeri sebesar Rp 1,5 juta per siswa per tahun. Sedangkan Bosda siswa SMA, SMK, dan SLB sekolah swasta disesuaikan dengan akreditasi sekolah, bila akreditasi A tidak dapat anggaran, akreditasi B Rp 250 ribu siswa per tahun, dan Akreditasi C Rp 500 ribu per siswa per tahun. Sedangkan untuk Bosda siswa MA baik negeri dan swasta sama yakni Rp 150 ribu per siswa per tahun.

“Kalau keinginan saya anggaran Bosda sesuai sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng 2018-2023,” kata Aziz.

Jika sesuai RPJMD Jateng 2018-2023, besaran Bosda untuk siswa SMA, SMK, dan SLB negeri Rp 1 juta per siswa per tahun. Sedangkan untuk siswa SMA, SMK, dan SLM swasta Rp 500 ribu per siswa per tahun, dan siswa Madrasah Aliyah (MA) negeri dan swasta sama yakni Rp 500 ribu per siswa per tahun.

Sementara itu, Ketua Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Jateng, Untung Cahyono, sebelumnya meminta agar alokasi anggaran Bosda pada RAPBD 2020 untuk siswa sekolah swasta diseragamkan Rp500 ribu per siswa untuk semua level sekolah.

“Bila Bosda siswa sekolah swasta disesuaikan dengan peringkat akreditasi sekolah, maka tidak semua sekolah menerima dana tersebut karena sebagian besar sekolah swasta di Jateng telah terakreditasi A,” ujar dia.Menurutnya dari 502 SMA swasta di Jateng, sekitar 60 persennya sudah menyandang akreditasi A, sementara lainnya terakreditasi B dan C. (aris) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here