PSIS Gagal Lagi Menang di Kandang, Ini Komentar Banur  

Pemain PSIS Semarang Jonathan Eduardo Cantillana Zorilla berebut bola dengan pemain Perseru Badak Lampung FC Melcior Leideker Majefat pada pertandingan Liga 1 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (29/9/2019).  ( foto suaracom)

SIGIJATENG.ID, Magelang – Tuan rumah PSIS Semarang gagal mewujudkan impian meraih poin penuh saat menjamu Perseru Badak Lampung FC di di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang Minggu (29/9/2019) sore hanya berakhir imbang 0-0.

Didukung ribuan penonton tuan rumah, tim tamu sejak awal babak pertama terus melakukan serangan ke jantung pertahanan tuan rumah sehingga menciptakan beberapa peluang gol, namun beberapa kali gagal.

Sampai pertengahan babak pertama bola cenderung dikuasai Badak Lampung, sebaliknya serangan yang dibangun anak asuh Bambang Nurdiansyah selalu kandas di pemain belakang Badak Lampung.

Laskar Mahesa Jenar mulai bangkit pada pertengahan babak pertama ketika serangan-serangan yang dibangun mampu menerobos pertahanan lawan.

Memasuki babak kedua, dengan permainan cepat tim tamu mencoba meraih poin, namun serangan mereka selalu kandas di pemain belakang Badak Lampung.

Striker Bruno Silva dan kawan-kawan memiliki beberapa peluang gol, namun bola selalu bisa dihalau stopper Badak Lampung Yoewanto Stya Beny.

Kedudukan 0-0 bertahan sampai wasit Faulur Rosy meniup peluit terakhir.

Hasil ini disambut bahagia oleg tim tamu. Pelatih Kepala Perseru Milan Petrovic mengaku sangat senang memetik satu poin di kandang lawan.

“Hasil pertandingan sore ini sangat berarti bagi kami, meskipun hanya memetik poin satu,” kata Petrovic seperti dimuat Antara.

Sebaliknya Pelatih Kepala PSIS Bambang Nurdiansyah mengaku kecewa kepada hasil lagi, tetapi puas dengan permainan anak asuhnya.

“Babak pertama kami bisa keluar dari tekanan lawan saat pertandingan masuk menit ke-30, setelah ada pergantian dua pemain. Ada peluang, tapi tidak jadi gol,” kata pelatih yang akrab disapa Banur itu, dalam sesi jumpa pers.

“Babak kedua, kami lebih mendominasi. Peluang lewat tendangan bebas pun juga gagal dimanfaatkan menjadi gol. Masalah finishing akan menjadi perhatian selanjutnya,” sambungnya.

Banur menyampaikan permintaan maaf kepada Panser Biru dan SneX, kelompok suporter PSIS, karena gagal mendapatkan tiga poin berharga di Magelang. Dia mengapresiasi kerja keras pemain yang sudah berusaha maksimal tanpa lelah menggempur pertahanan lawan.

“Saya tetap apresiasi pemain yang tak kenal lelah terus menciptakan peluang hingga peluit berakhir. Jonathan tidak starting karena bagian dari strategi. Fisik Jonathan belum fit 100 persen, terlihat pada babak kedua Jonathan kedodoran,” tuturnya.

Sementara, penyerang Hari Nur Yulianto menambahkan, permainan PSIS sudah berkembang pada babak kedua. Tim berusaha maksimal menciptakan gol, namun masih gagal menyarangkan gol ke gawang lawan.

“Hasil yang tidak kami harapkan. Kami sudah bekerja keras mendapatkan kemenangan, tapi hasil akhir kedua tim bermain imbang. Kami akan perbaiki di laga selanjutnya,” kata Hari Nur. (rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here