Protes Polusi Debu, Warga Geruduk Posko Proyek Jalan

Warga menggeruduk tempat pengolahan cor beton posko proyek jalan milik CV Jaya Sempurna Abadi, di Desa Jirapan, Masaran, Sragen, Selasa siang (13/8/2019). ( Foto Santo/Sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Sragen – Warga perbatasan Sragen-Karanganyar menggeruduk tempat Batching Plant (pengolahan cor beton) posko proyek jalan milik CV Jaya Sempurna Abadi, di Desa Jirapan, Masaran, Sragen, Selasa siang (13/8/2019). Mereka melakukan aksi protes proyek perbaikan jalan Grompol-Jambangan karena proyek tersebut menimbulkan debu dan polusi udara.

Mereka menuntut penyiraman lokasi perbaikan jalan yang berdebu sebanyak 4 kali sehari. Pasalnya, dengan debu yang berterbangan membuat anak-anak banyak yang alami sesak napas. Selain itu belasan toko maupun warung makan yang ada di sekitar lokasi memilih tutup.

Dampak debu proyek jalan menimpa warga di berbatasan seperti Dukuh Selamat, Dukuh Gondang, Dukuh Jatirejo masuk wilayah Desa Jirapan, Masaran, Sragen. Kemudian Dukuh Gondang baru, Jatimulyo, Gondang, wilayah Desa Kedung Jeruk, Mojogedang, Karanganyar. Karena proyek jalan propinsi senilai Rp 4 miliar merupakan perbatasan Karanganyar dan Sragen.

Catur, salah satu warga Kedungjeruk Mojogedang, Karanganyar mengungkapkan dengan adanya polusi udara dari proyek perbaikan jalan itu memang banyak anak-anak yang mengeluh sesak napas dan batuk-batuk. Selain itu, mayoritas toko maupun warung makan terpaksa tutup, karena debu yang begitu tebal setiap harinya mengotori tempat jualan mereka.

Keluhan serupa juga dirasakan oleh Wahyuni (45) warga Gondang, Desa Jiarapan, Masaran, Sragen yang sehari – hari berjualan mie ayam. Dirinya mengeluhkan bahwa setiap hari dirinya harus bertarung dengan hujan debu, jika tidak dilawan atau di sirami maka dagangan miliknya tidak laku karena banyak debu yang masuk ke warung mie ayam miliknya.

“Kalo tidak disirami dampaknya di warung mie ayam saya ada debu yang tebal sekali. Setiap hari saya harus menyirami 3 sampai 4 kali mas. Harapan saya sendiri pada yang bertanggung jawab pada proyek jalan ini bisa di tangani masalah debu ini,” keluhnya.

Yadi Kurniawan (56) salah satu tokoh masyarakat Desa Jirapan, Masaran,Sragen, mengatakan bahwa masyarakat yang tinggal di pinggiran jalan raya Grompol – Jambanan aktivitas lumpuh total akibat debu proyek pembangunan jalan.

“Banyak masyarakat yang memiliki usaha di pinggir jalan ini mereka harus tutup total dan lumpuh usahanya karena debu ini mas, sedangkan cicilan bank, biaya anak sekolah dan biaya hidup sehari hari setiap hari jalan terus. Ini usahanya lumpuh gak bisa berdagang,” kata Yadi.

Yadi juga membeberkan jika debu jalan proyek jalan tersebut hingga masuk ke dalam rumah, seperti rung tamu, kamar tidur, dapur. Menurutnya masih baik hujan debu gunung karena bisa bermanfaat.
“Mending debu gunung mas dari pada debu proyek jalan ini. Debu proyek
kayak gini malah tidak baik bagi kesehatan bisa bikin penyakit,” bebernya.

Sementara pelaksana lapangan proyek jalan CV Jaya Sampurna Abadi Arif
Agus Cahyono pihaknya berjanji untuk menyirami jalan sesuai tuntutan warga sebanyak empat kali sehari. Karena sebelumnya memang belum bisa dilakukan, karena satu mobil tangki kondisi rusak, dan  baru beroperasional hari ini, Selasa (12/8).

“Kami akan menyirami secara maksimal minimal 4 kali sehari, dan akan melakukan pengecoran dasar untuk mengurangi debu dan pengecoran dari utara sudah berjalan 500 meter, terimakasih pada warga sudah memberikan peringatan soal debu, soal papan nama sudah terpasang hanya saja salah nama pengadaan lokasi,” ujarnya. (santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here