Polres Sragen Tangkap 49 Tersangka Narkoba, Dipredisi Meningkat dari Tahun Lalu

Kodim Sragen lakukan test urin para anggotanya untuk memastikan anggotanya benar-benar bebasa narkoba. (foto santo/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Sragen – Sebanyak 49 tersangka digulung aparat kepolisian dalam kasus narkoba di Sragen. Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Sragen memprediksi sampai akhir tahun ini bakal lebih banyak dari pada tahun sebelumnya. Karena baru bulan ke sembilan ini sudah mendekati jumlah kasus narkoba pada tahun lalu.

Inofrmasi yang di himpun dari Polres Sragen, sampai  Rabu (11/9/2019) ini setidaknya ada 4 kasus narkoba yang berhasil diungkap polres Sragen. Dengan rincian untuk kasus dengan barang bukti sabu terdapat 29 kasus, untuk Ganja 1 kasus, Psikotropika ada 3 kasus dan Obat obatan keras terdapat 7 kasus.

”Sementara ada 49 tersangka, dan mungkin bertambah dibanding tahun lalu.Setelah merujuk hasil tangkapan 2018 sudah mendekati,” terang Kasat narkoba Polres Sragben AKP Joko Satriyo Utomo mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, Rabu (11/9/2019.

Jumlah tersangka sudah menyamai hasil 2018 yakni 49 tersangka. Sedangkan kasus yang terungkap yakni mencapai  42 kasus. Namun demikian hasil yang diungkap juga lebih besar daripada 2017. Pada 2017 ada 32 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 35 orang.

”Meski tidak sebanyak ini, namun pada 2017 lalu kami bukan sekedar menangkap pengedar. Namun juga berhasil menangkap bandar dengan BB yang mencapai 60 gram,” ujarnya.

Pihaknya mengakui yang ditangkap saat ini adalah pemakai dan kurir. Sedangkan para bandar masih bisa mengendalikan dari balik jeruji besi berdasarkan pengakuan sejumlah tersangka. ”Mereka para tersangka rata-rata juga memakai,” bebernya.

AKP Joko menekankan untuk pemberantasan narkoba tidak bisa dibebankan pada aparat penegak hukum saja. Dia meminta semua elemen masyarakat dan terutama keluarga agar memberi bimbingan akan bahaya narkoba.

Dia menyebutkan, penyalahgunaan narkoba sudah masuk ke berbagai kalangan masyarakat mulai dari pejabat publik, artis, masyarakat biasa, bahkan anak-anak.

 ”Banyak pengguna obat-obatan ini yang awalnya tergoda merasakan kesenangan sesaat atau sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi. Padahal, efek narkoba dapat merusak kesehatan secara fisik dan kejiwaan,” ujarnya.

Terpisah Kodim 0725/Sragen beberapa waktu lalu menggelar pengecekan Urine dengan jumlah 75 personel TNI maupun PNS.  Pasi Intel Kodim 0725/Sragen Lettu Inf Dwi Cahyo  menerangkan selain menjalani tes urin pihaknya juga menggelar sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). “Alhamdulillah selesai kegiatan cek urine hasilnya negatif. Tidak ada satupun anggota yang kedapatan mengkonsumsi Narkoba,” pungkas Dwi Cahyo. (santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here