Pola Kanal Informasi Pemkot Diapresiasi di Asia Pacific Cities Summit Mayor’s Forum

 Wali Kota Pekalongan H.M Saelany Machfudz saat hadir dalam acara safari sholat subuh berjamaah di mushola AL Asy-Ari, Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Sabtu (13/7/2019)


SIGIJATENG.ID
, Pekalongan – Pola kanal informasi kepada masyarakat langsung yang dilakukan Pemerintah Kota Pekalongan mendapatkan apresiasi dan sambutan yang luar biasa di Asia Pacific Cities Summit Mayor’s Forum. 

Hal itu disampaikan Wali Kota Pekalongan H.M Saelany Machfudz saat hadir dalam acara safari sholat subuh berjamaah di mushola AL Asy-Ari, Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Sabtu (13/7/2019).

Saelany menuturkan saat dihadapan Delegasi Kota-Kota Asia Pasifik pihaknya menyampaikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Pemerintah dalam menjalin hubungan dan komunikasi yang baik kepada masyarakatnya seperti safari subuh berjamaah, Ngaji bareng dengan ulama dan umaro, sepeda sehat K3 dan lainya. 

“Ya jadi pertemuan Wali Kota Asia Pasifik di Brisbane, Australia itu yang dibahas salah satunya isu bagaimana pemerintah mendekatkan warganya yang egoistis. Meskipun bisa mendapatkan banyak informasi melalui smartphone tapi sebagian bisa saja hoax, tanpa alamat dan sebagainya,” tuturnya. 

Dengan face to face atau bertemu langsung dengan masyarakat, lanjut Saelany, maka suasana menjadi cair. Masyarakat bisa bertemu dengan pejabat-pejabat Pemerintahan dan menyampaikan secara langsung permasalahan-permasalahan yang dihadapi maupun memberikan saran dan masukan terkait pembangunan di Kota Pekalongan. 

“Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pekalongan ini menjadi hal yang sangat menarik dalam pertemuan Asia Pacific Cities Summit Mayor’s Forum. Sebab di luar negeri tidak bisa dilakukan, apalagi dapat menghadirkan pejabat pemerintahan minimal seminggu sekali berkomunikasi dengan masyarakat,” imbuhnya.

Dirinya berharap pola ini menjadi role model bagi Kota Kota Asia Pasifik untuk secara berkala dapat berhadapan langsung dengan masyarakatnya.

“Kebetulan di Indonesia kan religius sehingga bisa untuk membuka ruang informasi pemerintah. Sehingga mereka bisa memakai ini tapi mungkin bisa mencari pola yang lain,” pungkasnya. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here