Pertemuan Gus Se-Jawa Tengah, Taj Yasin Tekankan Penguatan Pesantren dan Masyarakat

Suasana rumah dinas Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin saat dihadiri para Gus dan Kiai muda se-Jawa Tengah, Rabu, (12/06/19) petang.

SIGIJATENG.ID, Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin gelar pertemuan bersama sejumlah putra kiai (Gus) dan Kiai muda yang terkumpul dalam Aspirasi Para Gus (Asparagus) Jawa Tengah. Pertemuan itu diadakan dalam rangka halal bihalal di Rumah dinasnya, Jalan Rinjani I, Semarang, Rabu (12/06/19) petang.

Pada kesempatan itu, Gus Yasin sapaan akrabnya berdiskusi seputar penguatan pesantren dan masyarakat. Ia menyatakan sejak dilantik September 2018 lalu, dirinya telah merealisasikan salah satu program untuk penguatan tersebut, yakni insentif bagi guru Madrasah Diniyah (Madin), ustaz TPQ dan ustadz pondok pesantren.

Tercatat hingga saat ini sudah 170.949 orang yang terdaftar menerima insentif tersebut. Insentif diberikan melalui dana hibah dengan total sekitar Rp 205 miliar. Bahkan dalam catatan untuk pengajuan 2020 terus naik jumlah dan anggarannya.

“Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga telah memberikan perhatian terhadap wisudawan santri tahfidz yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz. Dalam bidang ekonomi, sedang dirintis Ekonomi Pesantren (Ekotren) yang bersinergi dengan stakeholder bidang perekonomian di Jawa Tengah,” paparnya.

Langkah tersebut diapresiasi sekretaris RMI PWNU Jateng, Abu Choir, menurutnya penguatan Madin juga merupakan menguatkan pesantren. Di sisi lain, Madin juga merupakan tempat perjuangan bagi alumni Pesantren.

“RMI sangat mendukung penguatan Madin di Jateng, karena sejak Muktamar 32 diamanatkan ke RMI. Dengan menguatkan madin secara tak langsung menguatkan pesantren itu sendiri,” papar Dosen IAIN Kudus tersebut.

Hal senada dijelaskan pengasuh pesantren Asasul Huda, Gus Miftah. Namun, baginya perlu ada skala prioritas permasalahan mendasar yang harus diselesaikan. 

“Yang penting sekarang ini, Asparagus Jateng ikut mendukung pemerintahan Jawa Tengah dalam membangun SDM dengan baik,” jelasnya.

Pasca pertemuan itu, para gus di Jateng diimbau untuk selalu bersinergi dengan berbagai pihak. Hal itu dilakukan dalam upaya menjaga NKRI, menanggulangi terorisme dan radikalisme di masyarakat. (Taufiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here