Peringati HPSN 2019, Polres Batang Bhakti Sosial Datangi TPA Randu Kuning

Puluhan anggota Bhayangkari Polres Batang bersih-bersih sampah di lingkungan lapangan kampus Dracik Batang, Jumat (22/2/2019).

SIGIJATENG.ID, Batang – Peringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, Keluarga besar Polres Batang menggelar bhakti sosial dengan mendatangi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Randu Kuning Kandeman Batang, Jumat (22/2/2019). 

Puluhan anggota Polres Batang membantu masyarakat di sekitar TPA memilah-milah sampah organik dan non organik untuk dipisahkan. 

“Meski bau sampah menyengat hidung tak mengurangi semangat kami melakukan hal ini. Terlebih, setiap Selasa dan Jumat usai giat olahraga, kami aktif melakukan bersih-bersih sampah di kantor dan lingkungan sekitar Mapolres,” ujar Bripka Sri Widadi SH. 

Ditempat terpisah, kegiatan serupa yakni bersih-bersih sampah juga dilakukan oleh persatuan Bhayangkari Polres Batang di sekitar lingkungan Lapangan Kampus Dracik Batang. 

Ketua Bhayangkari Polres Batang Ny. Danik Sinulingga yang menginisasi peduli sampah mengatakan, sampah merupakan salah satu dari sekian banyak masalah sosial yang dihadapi masyarakat. 

Untuk mengurangi masalah sosial dan lingkungan itu, Bhayangkari bersama anggota Polres Batang ikut andil menjadi pelopor kebersihan dan peduli sampah.

“Kita ingin Polri dan Bhayangkari menjadi pelopor terhadap kebersihan lingkungan dengan peduli sampah. Di hari Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) kita ikut andil menjaga kebersihan,” kata dia saat bersih-bersih di lingkungan Lapangan Dracik Kampus Batang, Jumat ( 22/2).

Menurutnya, hal ini harus di mulai dari lingkungan yang kecil terlebih dahulu, agar permaslahan sampah tidak menjadi masalah lagi bagi lingkungan.

Terutama sampah non organik, berupa sampah plastik yang butuh waktu lama  agar terurai. “Saya menyarankan kepada anggota Bhayangkari untuk STOP menggunakan plastik,” terangnya. 

Bahkan, dalam setiap akhir agenda pertemuan rutin Bhayangkari. Pihaknya selalu menganjurkan dan memberi saran agar tidak meninggalkan jejak sampah. 

“Hal ini juga di mulai dan di laksanakan dari institusi lingkungan kami terlebih dahulu. Setiap akhir pertemuan, anggota Bhayangkari diminta membawa pulang sampah minuman plastik ke rumah,” tutur Ny. Danik Sinulingga. 

Dia menambahkan, sampah yang sudah dipilah nantinya akan dikumpulkan. Untuk sampah organik dibuang ke TPA, sedangkan sampah non organik yang berupa botol plastik akan dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan.  “Iya kami manfaatkan, sampah non organik itu. Khususnya yang berupa botol plastik atau bekas jajanan makanan ringan, nanti akan kami jadikan kerajinan tangan yang memiliki nilai jual,” imbuhnya. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here