Penyakit Kronis Meningkat, Unikal Gelar INC2DM

Walikota Pekalongan, H.M. Saelany Machfudz, S.E saat hadir dalam pembukaan konferensi international mengenai keperawatan dalam hal penanganan penyakit kronis yang diselenggarakan Universitas Pekalongan (Unikal) belum lama ini.

SIGIJATENG.ID, Pekalongan – Berdasarkan data penelitian kesehatan tahun 2018 di kota Pekalongan, rata-rata prevelensi penyakit kronis mengalami kenaikan. Diantaranya, penyakit kanker naik dari 1,4 % pada tahun 2013 menjadi 1,8 % di tahun 2018, stroke naik dari 7% menjadi 10,9 %, ginjal kronis naik dari 2% menjadi 3,8%, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 9% dan hipertensi paling tinggi kenaikkannya dari 25,8% menjadi 34,1%.

Hal itu disampaikan Walikota Pekalongan, H.M. Saelany Machfudz, S.E saat hadir dalam pembukaan konferensi international mengenai keperawatan dalam hal penanganan penyakit kronis yang diselenggarakan Universitas Pekalongan (Unikal) pada Rabu (7/8/2019) belum lama ini.

“Kami harapkan melalui forum ini dapat menginspirasi para pemerhati penyakit kronis baik dari kalangan akademisi, maupun praktisi dan para pengambil kebijakan untuk memberikan kontribusi dan sumbangsihnya bagi upaya-upaya konkret untuk mengantisipasi pengembangan penyakit kronis,” katanya.

Saelany menyatakan kegiatan International Nursing Conference on Chronic Diseases Management (INC2DM) 2019 ini diharapkan mampu menangani penyakit kronis yang akhir-akhir ini jumlahnya kian meningkat. Maka, diperlukan langkah-langkah strategis agar penyakit kronis ini bisa dimanage sedemikian rupa.

“Jika penyakit kronis menyerang para penyelenggara pemerintahan dan pembangunan, maka akan berakibat menghambat laju pembangunan mulai dari program pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, peningkatan SDM dan berbagai bidang pembangunan lainnya,” terang dia.

Sementara itu, Rektor Unikal, Suryani S.H., M. Hum., mengungkapkan dalam konferensi tersebut dihadirkan para pakar dan peneliti di bidang kesehatan dari berbagai negara seperti dari Vietnam, Thailand, Taiwan, Malaysia, Brunei, dan Indonesia khususnya mengenai penanganan penyakit kronis.

“Konferensi ini diselenggarakan untuk menemukan solusi yang tepat dalam menekan pengembangan penyakit. Saya berharap pakar yang kami datangkan dari Vietnam, Thailand

, Taiwan, Malaysia dan Brunei dapat memberikan pengetahuan dan informasi tentang penyakit kronis,” tandasnya.

Kepala Prodi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Unikal, Sri Mumpuni Yuniarsih, Ns., M.Kep menambahkan kian meningkatnya penyakit kronis akhir-akhir ini disebabkan karena pengaruh gaya hidup yang kurang sehat. “Penyakit kronis ini bisa diderita siapa saja baik dari kalangan tua bahkan kalangan muda pun rentan mengalaminya,” imbuh Uni sapaan akrabnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here