Pengumuman Cakades Berubah, Panitia Pilkades Diprotes

Balai desa Toyogo yang sempat memanas saat pengumuman calon kades (foto santo/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Sragen – Calon Kepala Desa (Cakades) Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan berang lantaran namannya dicoret dari pencalonan. Dia digugurkan lantaran ada revisi nilai dari pihak ketiga terkait hasil  fit and proper test.

Seperti diketahui desa yang melebihi lima calon yang mendaftar diwajibkan untuk menggelar test dengan pihak ketiga. Desa Toyogo sendiri ada enam calon yang mendaftar. Nantas setelah melaksanakan test uji kompetensi, nama Irianto dinyatakan lolos. Namun pada Selasa (10/9/2019) malam nilainya direvisi menjadi yang terendah, lantas dirinya diganti dengan calon lain.

Cakades asal Desa Toyogo Irianto merasa sangat kecewa terkait hasil revisi dari instansi pihak ketiga yang menggugurkan namanya sebagai cakades. Lantaran pada pengumuman awal, Irianto dinyatakan lolos Fit and Proper test. Namun hasil revisi mengharuskan dia berhenti berharap jadi kontestan.

Irianto didampingi putranya Agus Susilo merasa keberatan jika harus berhenti sebelum bertanding. Karena berdasarkan pengumuman pertama, dia dinyatakan lolos tes uji kompetensi. ”Ingin saya ya lanjut terus. Tetap maju,” keluhnya.

Dia merasa harga dirinya tercoreng akibat keputusan ini. Sejauh ini sudah memasang gambar calon dan silaturahmi serta membentuk kader. Namun dinyatakan gagal, padahal sudah mengikuti proses pengambilan nomor cakades. Irianto mengaku lepas kontrol saat dirinya dinyatakan gugur. Karena nomor urutnya diambil calon lain yang menggantikan posisinya.

”Saya tidak sangka ada undangan dari panitia. Ternyata digugurkan,” kata dia. Pihaknya berencana akan melaporkan ke penegak hukum terkait masalah yang dialaminya. Laporan bakal ditujukan pada panitia, pihak ketiga, dan kecamatan Sambungmacan.

Sementara Ketua Panitia Pilkades Desa Toyogo Sumarno menyampaikan pihaknya sudah berjalan sesuai prosedur. Dia menekankan memang kenyataanya ada perubahan karena ada revisi dari pihak ke tiga.

”Saya jelaskan letak kesalahan bukan panitia. Panitia hanya menyampaikan saja. Itu hasil dari pihak ketiga,” ungkapnya. Kepala bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah (Kabag Pemdes Setda) Sragen Hiladawati Aziroh menyampaikan kejadian seperti ini baru pertama kali di Sragen. Permasalahan di Toyogo ini secara kronologi karena ada aduan dari calon dengan nilai terendah. ”Setelah rapat kordinasi diambil kesepakatan, panitia rapat dan merevisi SK terkait bakal calon menjadi calon,” ujar dia.

Dia menjelaskan ada kesalahan nilai uji tes dari pihak ketiga penyelenggara uji kompetensi. Dari nilai Irianto ada kesalahan jumlah akumulasi dari materi 1 sampai 4. ”Kesalahan nilai baru diketahui kemarin dan dilakukan penghitungan kembali, dari nilai awal Irianto dari 24,33 menjadi 19,33 dan itu menjadi nilai terendah,” terangnya.

Soal pihak Irianto ingin mengambil langkah hukum dipersilahkan. Namun yang paling bertanggungjawab terkait revisi nilai ada pada lembaga yang menggelar tes uji kompetensi. ”Kita lihat dulu, tuntutan pada siapa dan nanti kita tindak lanjuti. Ini kesalahan dari pihak ketiga, tidak ada permainan,” bebernya. (santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here