Pencarian Buku Dokumen Ratu Kalinyamat Dibantu Mahasiswa PPI Portugal

Lestari Moerdijat sukses raih suara terbanyak caleg DPR RI di Partai NasDem.

SIGIJATENG.ID, Semarang –  Ketua Yayasan Dharma Bhakti Lestari,  Lestari Moerdijat terus berjuang agar tokoh wanita asal Jepara yakni Ratu Kalinyamat ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan nasional. Pihaknya masih mengumpulkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan agar keinginannya ini membuahkan hasil.

Apalagi, tahun 2009 pemerintah sudah pernah menolak adanya permohonan penetapan Ratu Kalinyamat seagai pahlawan nasional. Hal ini tertuang dalam Surat No. 1018/PS/XII/2009 Tertanggal 31 Desember 2009 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial. Surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Propinsi Jawa Tengah dengan tembusan kepada Bupati Jepara dan Kepala Dinas Sosial Propinsi Jawa Tengah.

“Hal yang  menyebabkan pengajuan Ratu Kalinyamat diangkat sebagai pahlawan nasional ditolak tahun 2009 karena ketokohannya masih dikaitkan dengan mitos dan peranannya masih belum dapat dibuktikan secara ilmiah,” kata Lestari Moerdiyat Sabtu (13/4/2019).

Oleh karena itu, politisi Partai NasDem ini bertekad menyempurnakan dokumen Ratu Kalinyamat agar memenuhi syarat pengajuan pahlawan nasional. Karena saat ini Gubernur Propinsi Jawa Tengah belum memberikan rekomendasi sebagai Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Daerah (TP2GD).

“Harapannya setelah tersusun naskah akademik riwayat hidup Ratu Kalinyamat dengan ilmiah, maka Gubernur Propinsi Jawa Tengah memberikan rekomendasi tertulis untuk dapat diajukan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat  (TP2GP) yang diketuai oleh Menteri Sosial Republik Indonesia,” terangnya.

Disisi lain, Lestari Moerdijat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada mahasiswa Indonesia di Portugal yang telah membantu dalam pencarian sumber-sumber asli berbahasa Portugis terkait dengan “Rainha de Jepara (Ratu Kalinyamat)

Bantuan ini dimulai dengan hubungan dengan menggunakan Media Sosial (Facebook ) yang dimiliki oleh PPI Portugal. Kemudian hubungan dilanjutkan dengan menggunakan Whatapps.

Saat ini mahasiswa dari PPI Portugal juga bersedia melakukan terjemahan beberapa halaman yang menuliskan tentang Rainha de Jepara. Bahkan dengan bantuan yang ditawarkan juga adalah upaya pencarian dan penelusuran bahan atau sumber asli lainnya yang menjelaskan tentang Ratu Kalinyamat,” terang caleg DPR RI Dapil Jateng 2.

Menurut Lestari Moerdijat, bantuan dari mahasiswa PPI Portugal ini sebagai bentuk kepedulian anak bangsa. Apalagi kepedulian ini sama sekali tidak terkait langsung dengan asal usul dari Jepara dan memiliki keturunan dengan keluarga besar Ratu Kalinyamat.  Artinya bantuan dan kepedulian yang diberikan sebagai salah satu upaya generasi muda untuk membangkitkan semangat nasionalisme.

Buku Peregrinacao yang dikirim berbentuk dijital dengan ekstensi pdf telah diketik ulang dari tulisan tangan Fernao Mendez Pinto. Halaman depan yang telah di-scan berwarna coklat dengan jumlah 628 halaman. Substansi isi buku Peregrinacao  sebanyak 303 halaman, selebihnya sekitar sembilan halaman berupa penjelasan dari 226 chapter (bagian). Sisanya halaman depan, atribut buku, dan halaman belakang.

“Dengan adanya buku Peregrinacao, maka langkah selanjutnya adalah menterjemahkan bagian-bagian yang sesuai dengan konteks kehadiran Ratu Kalinyamat. Penerjemahan bagian-bagian yang terkait juga sebagai upaya untuk menepis mitos-mitos tentang Ratu Kalinyamat. Karena dikaitkan dengan mitos itu, penyebabkan pengajuan Ratu Kalinyamat pada tahun 2009 dinilai tidak memenuhi syarat,” pungkasnya. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here