Pemilik Hotel Roro Datangi PT Pioner Minta Tanggungjawab, Inilah Pemicunya

Pemilik bangunan hotel bersama sejumlah warga mendatangi kantor PT Pioner untuk bisa mendapatkan solusi secara baik. ( Foto Dye/ sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Ditengarai akibatkan sejumlah bangunan menjadi retak dan rusak, Pabrik pioner beton yang bergerak di bidang cor beton di lingkar Kaliwungu Kendal didatangi sejumlah warga, Kamis (8/8/2019). Warga protes  dan keberatan, sebab keberadaan pabrik tersebut telah mengakibatkan kerusakan bangunan khususnya menimpa hotel Roro yang tak jauh dari lokasi.

Hampir beberapa bangunan hotel mengalami kerusakan seperti dinding retak, atap plafon banyak yang lepas akibat getaran mesin pembuat cor beton tersebut. Selain itu juga  banyak debu yang masuk dalam kamar, sehingga  merasa terganggu.

Pemilik Hotel Roro dampingi Ketua Pengusaha Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Kendal, mendatangi pabrik itu Kamis (8/8/2019).

Priyanto sang Pemilik Hotel Roro, menuturkan sejak tahun 2018 dengan adanya pembangunan  pabrik beton tersebut bangunan kamar pada retak akibat adanya getaran mesin milik PT Pioner Beton saat melakukan aktivtas. Terlebih, saat aktivitas berjalan selama 24 jam tidak berhenti.

“Hal itu membuat beberapa bangunan hotel kami menjadi rusak. Dahulu sudah pernah di tegur dan pihak PT Pioner juga berjanji akan memperbaiki 11 bangunan kamar. Tapi realisasinya hanya baru 6 bangunan kamar saja yang di perbaiki dan tidak di lanjutkan lagi. Bahkan sisa  hutang material bangunan yang digunakan justru kami yang disuruh membayar, bukannya dari PT Pionir,” ungkapnya.

Dirinya berharap, kedatangannya ke kantor PT Pioner bersama sejumlah warga dan ada pendampingan dari PHRI Kabupaten Kendal tersebut ada solusi penyelesaian masalah secara kekeluargaan dan etikat baik dari PT Pioner untuk bisa saling hidup berdampingan secara baik.

“Karena dirasakan semakin lama semakin tidak tahan, akhirnya dengan terpaksa kami menemui pimpinan perusahaan pabrik. Ya harapan kami ada etikat baik dari pihak PT Pioner bisa menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” tuturnya.

Sementara  itu, Manager Produksi PT Pioner, Tumpah Mangasiman Pau mengatakan terkait hal itu dirinya sudah menyampaikan kepada pimpinan. Akan tetapi, dirinya tidak berani mengambil keputusan, sebab hal itu wewenang Direktur Perusahaan.

“Pihak kami memang pernah melakukan perbaikan di Hotel Roro tersebut dengan biaya yang tidak sedikit dan sudah keluar biaya mencapai 32 juta. Berhubung perusahaan merasa sudah mengeluarkan uang banyak, akhirnya tidak dilanjutkan dan dibiarkan saja,” ucapnya.

Menurutnya, dengan keluhan warga tersebut ia akan menyampaikannya ke pimpinan perusahaan diatasnya. Sebab, dirinya juga mengaku pernah berusaha dan lapor ke Direktur pimpinan perusahaan tapi hasilnya tidak maksimal.

“Jika ingin cepat di tanggapi, silahkan warga melakukan aksi protes mungkin dengan menutup pabrik atau bagaimana. Sebab saya juga sudah pernah berusaha lapor ke pimpinan, tapi hasilnya memang tidak maksimal,” pungkasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here