Pembangunan Bangsal VVIP Molor, DED RSUD Sragen Beranggaran Rp 147 Juta Sia-Sia

Lahan depan IGD yang rencananya untuk bangsal VVIP. (Foto Santo / Sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Sragen – Pembangunan gedung bangsal VVIP dan Poli VIP RSUD Soehadi Prijonagoro Sragen molor. Parahnya, anggaran pembuatan Detail Engineering Design (DED) sebagai konsep perencanaan produk dari konsultan senilai Rp 417 juta terbuang sia-sia. Lantaran DED yang dibuat tak bisa dipakai sesuai kondisi lapangan yang ada. Padahal, rencana pembangunan gedung bangsal VVIP seharusnya telah bisa dioperasionalkan tahun ini.

Pengurus Forum  Masyarakat Sragen (Formas) Wahono menyatakan terhentinya rencan pembangunan bangsal rumah sakit tersebut sangat memprihatinkan. Lantaran bidang kesehatan merupakan salah satu, program utama pemerintahan Yuni-Dedy yang harus terealiasasi.

“Namun kenyataanya, rencana pembangunan dinilai telah molor selama tiga tahun dan tak ada kejelasannya,” papar Wahono, Rabu (14/8/2019).

Terlepas mungkin ada kendala dilapangan, kata Wahono, tentunya sudah menjadi tanggung jawab dan tugas pimpinan RSUD dr.Soehadi Prijonagoro, dalam peningkatan pelayanan kesehatan di Sragen. Sementara Dirut RSUD Soehadi Prijonagoro Didik Haryanto menjelaskan, pihaknya mengakui adanya sejumlah kendala sehingga belum bisa dilakukan pembangunan bangsal VVIP dan Poli VIP.

Kendala itu, diantaranya lokasi awal bangsal VVIP yang berada di lahan depan, terbentur adanya rumah dinas yang masuk kategori cabar budaya dan tak bisa dibongkar. Selain itu, DED yang ada dinilai tak sesuai dengan indeks anggaran belanja di Sragen. Sehingga DED yang anggarannya Rp 417 juta dalam tak bisa digunakan.

“Sehingga saat ini dilakukan pembuatan DED baru untuk menyesuaikan lokasi dan anggaran indeks anggaran yang ada,” papar Didik.

Pasalnya, kata Didik, bila dipaksakan dengan DED yang ada sebelumnya, selain harus membongkar cagar budaya, juga anggaran yang mencapai Rp 55 miliar membuat keuangan RSUD Soehadi Prijonagoro Sragen tak mampu. Lantaran silpa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) hanya sebesar Rp 35 miliar.

“Agar tidak terjadi beban hutang yang besar dalam pembangunan itu, perlunya DED ulang. Lantaran dalam pembangunan bangsal VVIP tak sebatas pembuatan bangunan gedung saja, tetapi juga harus lakukan pengadaan alat kesehatan seperti tempat tidur maupun alat medis lainnya,” tutur Didik.

Selain itu, kata Didik, agar tidak terjadi masalah dalam penggunaan anggaran yang besar, dalam perencanaan pihaknya juga akan menggandeng semua pihak dalam pembentukan kelompok kerja (pokja) seperti Inspektorat, Perkim, Pengadaan Lelang.(santo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here