Pelabuhan Niaga Kendal Diusulkan Dapat Bantuan Penunjang Operasional, Ini Alasannya

Bupati dr Mirna Annisa berkesempatan meresmikan purphose dermaga pelabuhan niaga Kendal, Rabu (16/10).DOK. Bagian Umum Setda Kendal

SIGIJATENG.ID, Kendal – Keberadaan pelabuhan niaga Kendal diharapkan mampu mendongkrak perekonomian di Jawa Tengah khususnya di wilayah Kabupaten Kendal. Namun, untuk mendukung operasional pelabuhan niaga tak lepas dari sarana penunjang lainnya.

Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan penunjang operasional dermaga niaga Pelabuhan Kendal. Salah satunya pembuatan penahan ombak atau break water dan pengerukan endapan lumpur di kolam dermaga.

Pembangunan break water sangatlah penting karena selain memecah ombak, break water juga berfungsi untuk mencegah lumpur masuk ke dermaga agar tidak terjadi pendangkalan. Saat ini sebagian besar break water di Pelabuhan Kendal mengalami kerusakan.

Bupati Kendal, Mirna Annisa berharap beroperasinya dermaga niaga dapat membawa perekonomian yang lebih baik dan menciptakan iklim usaha serta industri di Kendal menjadi lebih bergeliat. “Ini adalah langkah nyata dari pemerintah pusat, Pemprov Jateng dan Pemkab Kendal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapannya Pelabuhan niaga ini bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kendal,” katanya, Rabu (16/10).

Sementara itu, Direktur Kawasan Industri Kendal (KIK) Stanley Ang mengatakan bahwa dibukanya dermaga niaga di Pelabuhan Kendal maka akan mendukung sektor industri di Kabupaten Kendal. Terlebih saat ini para tenant yang mendirikan pabrik di KIK berencana untuk dapat mengekspor barangnya. “Tentunya adanya pelabuhan ini kapal mereka dapat bersandar lebih dekat dan biaya logistiknya dapat lebih murah,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat mengatakan bahwa Pelabuhan Kendal masih mempunyai hal yang perlu diperbaiki. Hal itu dikarenakan perbaikan break water terakhir kali dilakukan pada tahun 2015. “Kami akan berembug dengan Ditjen Hubla (Direktorat Jenderal Hubungan Laut) terkait pendangkalan. Dijanjikan paling cepat akan ditangani pendangkalan pada tahun 2020, sekaligus penanganan break water sebalah barat yang rusak parah,” terangnya saat peresmian Dermaga Niaga Pelabuhan Kendal, Rabu (16/10).

Terkait permasalahan lainnya yang saat ini terjadi akan dibahas bersama-sama antara pihaknya dengan pemerintah Kabupaten Kendal dan KSOP untuk dapat dicarikan solusi yang tepat. “Dermaga ini dirancang mempunyai kedalaman lima meter. Namun karena situasi yang terus berubah membuat kedalaman menjadi tiga meter saja. Sementara ini kapal yang bersandar harus menunggu air pasang namun tetap dapat beroperasi,” pungkasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here