Peduli Kasih, Komunitas Pelita Semarang Gelar Pengobatan Gratis dan Makan Bersama Warga Tambakrejo

Suasana Acara Pengobatan Gratis dan Makan Bersama Komunitas Pelita, Umar Lingkungan Elisabeth Gereja Katolim Santo Mikael Semarang Indah dan Chris John di Huntara Tambakrejo Semarang, Rabu (16/10/2019). (Foto Titis/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Semarang – Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) bersama Umat Lingkungan Elisabeth Gereja Katolik Santo Mikael Semarang Indah menggelar kegiatan pengobatan gratis dan makan bersama warga Tambakrejo, Semarang, Rabu (16/10).

Dalam acara tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap layanan kesehatan, nampak juga mantan petinju Cris John sengaja dihadirkan ditengah-tengah warga sekaligus memberikan semangat dan menghibur anak-anak.

Inisiator kegiatan, Setyawan Budy mengatakan acara pengobatan gratis tersebut menggandeng 3 dokter umum dan 1 dokter gigi dan 4 apoteker. Dalam kesempatan berbagi kasih tersebut, hadir pula Cris John, sebagai bentuk kepedulian atas kondisi warga Tambakrejo.

“Acara ini kebetulan inisiatif dari temen-temen Umat Lingkungan Gereja Katolik Santo Mikael Semarang Indah terhadap kondisi kesehatan warga Tambakrejo yang hidup di Huntara pasca penggusuran. Sekaligus menghadirkan Chris John untuk menghibur anak-anak yang di sini juga. Sebab secara psikologis mereka juga masih harus di dampingi,” kata dia, Rabu (16/10/2019).

Menurut, Chris John yang hadir sore itu berinisiatif ke depan bisa bakal melatih anak-anak untuk menjadi atlet. “Kebetulan ada komunitas dari gereja katolik yang mempunyai kegiatan sosial dan mendapat kabar bahwa di Tambakrejo sedang mengalami kesusahan. Dan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kita terhadap sesame. Selain itu ada banyak anak-anak yang saya pikir bisa ada potensi untuk dilatih menjadi atlet-atlet,” tutur Chris John.

Dikatakan, peluang anak-anak Tambakrejo bisa dilatih dan dibentuk dibidang olahraga, seperti tinju. Pandangan itu lahir saat ia bercerita tentang pengalaman pribadinya yang memulai berlatih di usia dini. Dirinya pun mengaku ada bayangan untuk mengarahkan anak-anak menjadi seorang atlet. “Ya seperti anak-anak 6,7 tahun seperti ini bisa diarahkan untuk olahraga. Karena dulu saya mulai juga di usia-usia mereka ini,” imbuh dia.

Senada dengan hal itu, Romo Ignatius Triatmoko, MSF, mengatakan bahwa program berbagi kasih komunitas Gereja Katolik Santo Mikael Semarang Indah sendiri merupakan bentuk dari kepedulian mereka terhadap kemanusiaan. Jadi kegiatan komunitas tidak hanya berdoa, tetapi mengajak keluarga-keluarga muda untuk peka dan peduli sosial dengan kondisi sekitar.

“Ya kami beranggapan, ini tentang kemanusiaan. Tidak peduli datang dari kelompok mana, asalkan kondisi secara manusiawi perlu ditemani, perlu dibantu ya ayo kita berbagi di sana. Semoga melalui kegiatan seperti ini selain dapat mengurangi beban warga, juga bisa melatih kepekaan dan kepedulian anggota komunitas Gereja Katolik Santo Mikael terhadap kemanusiaan,” tandasnya. (Titis / Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here