PC IKA PMII Kendal Soroti Keberadaan Kawasan Industri Kendal

Pengurus Cabang IKA-PMII Kabupaten Kendal gelar Sarasehan sekaligus pengukuhan pengurus yang berlangsung di Pendopo Pemkab Kendal, Sabtu (23/3/2019). (foto dye/sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID, Kendal – Progres perkembangan Kawasan Industri Kendal (KIK) disoroti Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Kendal. Hal itu terungkap dalam sebuah acara sarasehan dan pengukuhan PC IKA PMII Kendal yang berlangsung di Pendopo Pemkab Kendal, Sabtu (23/3/2019). 

Pihak PMII Kabupaten Kendal menilai keberadaan akan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang berada di jalan lingkar utara Kaliwungu tersebut di nilai kurang dirasakan bagi masyarakat Kendal pada umumnya. 

Ketua PC IKA PMII Kendal, Muhammad Makmun mengatakan jika kawasan industri yang menempati luasan areal tanah seluas 1.000 hektar itu berada di lokasi yang sangat strategis. Tapi, seiring dengan perkembangannya dirasa kurang berjalan seperti yang diharapkan khususnya bagi masyarakat Kendal. 

“Masyarakat Kendal khususnya sudah banyak berharap dengan adanya KIK tersebut. Keberadaannya diharapkan bisa menjadi fasilitas publik yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya. 

Pihaknya juga mengaku siap memberikan sumbangsih pemikiran untuk meningkatkan progres perkembangan KIK agar semakin maju dan berkembang. Sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Jujur kami siap memberikan sumbangsih pemikiran dengan cara duduk bersama membahas dan membangun progres perkembangan KIK agar menjadi lebih cepat dan maju, seperti yang diharapkan masyarakat,” tuturnya. 

Menanggapi hal itu, salah satu perwakilan dari pihak KIK, Didik Purbadi mengatakan saat ini di kawasan industri yang dikelolanya sudah ada sekitar 51 perusahaan yang telah berinvestasi. Dari 51 perusahaan itu, 7 perusahaan diantaranya sudah beroperasi hingga kini. 

“Jadi kami benar-benar mempersiapkan dengan baik dalam mengelola Kawasan Industri Kendal ini. Seperti memperhatikan ketersediaan energi, kondisi lingkungan, dan persamaan hak antar perusahaan,” terangnya. 

Didik menuturkan untuk segera dapat membangun beberapa perusahaan di Kawasan Industri Kendal, para investor ini membutuhkan insentif dari pemerintah. “Seperti perusahaan Fiber Optik yang baru membangun ini, harapannya perusahaan tersebut dapat diberikan insentif agar segera beroperasi,” tuturnya. 

Sementara itu, Ketua PB IKA PMII, Akhmad Muqowam mengungkapkan jika KIK merupakan satu dari 17 Kawasan Industri yang menjadi proyek strategis nasional. “Dari 17 itu, hanya dua yang baru terealisasi yakni Kawasan Industri Kendal dan di Pulau Bintan,” ungkapnya. 

Turut hadir serta sebagai narasumber pada sarasehan itu diantaranya Guru besar manajemen lingkungan Undip Prof Sudharto, Ketua DPRD Kendal Prapto Utono, Perwakilan Pemprov Jateng dan perwakilan Pemkab Kendal. (Dye) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here